2012… titik balik peradaban …

19 November 2009 | celoteh oleh

Nov
19

saat pertama kali menuliskan tentang 21 Desember 2012, belum terpikir bahwa sedang ada yang juga membuat sebuah cerita bergambar tentang 2012, yang merupakan kamuflase dan sekedar merupakan propaganda US. cukup lama sebelumnya, sudah memperoleh informasi tentang 2012. menggali informasi lebih dalam, banyak pemaknaan yang kadang-kadang belum masuk dalam alam pikir.

bila mempercayai agama langit, maka tidak akan ada kiamat pada saat itu. banyak prasyarat yang belum terpenuhi. namun bila bersandar pada kalender suku maya, maka 2012 dimaknai sebagai tahun baru. atau bagi mereka adalah sebuah peradaban baru. mungkin lebih tepatnya, pada waktu itu akan terjadi sebuah goncangan yang hebat, sehingga kemudian lahir peradaban baru manusia.

sama halnya ketika tahun baru maya ke 12. peradaban baru juga lahir di permukaan bumi. hingga kemudian bergantinya sistem komunal, serta bergantinya teknologi manusia. pun berpindahnya komunitas berteknologi pertanian tertinggi di muka bumi saat itu adalah pada fase perubahan peradaban.

bila juga mempercayai bahwa magnet bumi bekerja sejajar dan pada satu arah pada saat ini, adalah tidak terlalu benar. pada beberapa bagian muka bumi, magnet bumi memiliki anomali. hingga bila pada 2012 terjadi pembalikan kutub magnet, bisa jadi bukan hal yang baru. apalagi pada fase tersebut adalah saat matahari di pusat galaksi dan berada tepat berjajarannya benda-benda langit.

dari sisi berbeda. melihat 2012 dari bencana ekologis. dalam beberapa tahun terakhir ini, intensitas gerak kerak bumi semakin meningkat. gempa berurutan terjadi pada wilayah tropis. pertanda kerak bumi sedang melakukan penyesuaiannya. perlahan, kekuatannya akan semakin meningkat, baik kualitas maupun kuantitasnya. dan bisa saja benar, penduduk negeri ini akan berkurang hingga 40%. akibat bencana gempa disertai dengan bencana ekologis, seperti tanah longsor, banjir dan kekeringan.

pilihan sederhana agar bumi tetap dalam kondisi yang paling tidak mendekati seimbang adalah dengan menghentikan proses pemotongan gunung dan perbukitan, karena ini adalah “pasak dari bumi”. juga menghentikan penggalian kerak bumi. hingga juga menghentikan menyedot isi bumi. kalaupun tak bisa, setidaknya kurangilah proses-proses memeras isi bumi ini.

bila saja pelayan publik (baca:pemerintah) terus menerus mengeluarkan kebijakan untuk mengekstraksi perut bumi, maka wajarlah bila letakkan ujung jari kita pada mereka bila terjadi lagi bencana ekologis berkelanjutan. karena merekalah yang sedang memimpin kehancuran bumi, yang bukan saja pada negeri ini, namun pada seluruh permukaan bumi.

pada 2012… saat peradaban berbalik arah !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2009. 2012… titik balik peradaban …. http://timpakul.web.id/2012-titik-balik-peradaban.html (dikutip tanggal 8 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

2 ikung mahalabiu gasan “2012… titik balik peradaban …”

Show / Hide Comments
  1. dirgita says:

    Ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah, agar lingkungan tetap asri. Siapalah itu pemerintah jika tanpa rakyat, apalah suatu kebijakan jika tidak kita laksanakan^^
    .-= dirgita´s last blog ..Sekilas Galeria Dirgita Devina =-.

  2. deska says:

    bujur…
    kaya apalah caranya biar urang-urang ni sadar, ampih merusaki gunung lawan alam. liati ja di kaltim tu, bolong2 gunung! baik kada usah diambili kekayaan alamnya!

Bekomen yukz