a.m.d.a.l

23 July 2007 | celoteh oleh

Jul
23

dampaknya memang sudah dirasakan, tak ada air, apalagi air yang layak dimanfaatkan. sebelum perusahaan tambang melakukan eksploitasi, masih ada air saat musim kemarau, tapi saat ini pun saat musim penghujan, airnya terlalu asam” ungkap seorang kawan dari sebuah kampung di dekat perusahaan tambang.

amdal, sebuah dokumen yang menjadi acuan dalam penilaian dan pengelolaan lingkungan hidup, selalu dilakukan persidangan dalam pembahasannya. perusahaan pertambangan, perkebunan besar, pengusahaan hutan, hingga aktivitas pembangunan pemerintah. dokumen yang selalu dianalogikan sebagai “macan kertas”. tak bergigi, apalagi menggigit. amdal hanyalah sebuah fatamorgana pengelolaan lingkungan hidup yang baik.

perusahaan tambang tak terbendung mengekspansi kawasan permukiman. polusi suara hingga debu. air bersih yang tak mampu tersedia bagi komunitas di sekitar tambang. keringnya sumur dan aliran anak sungai. “blasting” yang mengejutkan. namun selalu diinginkan. ganti rugi hingga kesempatan bekerja. harusnya tak lagi menambang saat ini!

tak penting amdal !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2007. a.m.d.a.l. http://timpakul.web.id/amdal-3.html (dikutip tanggal 7 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz