telanjang

Posted on: Saturday, Sep 23, 2006

Saat ini dokumen APBD yang sebenarnya adalah dokumen publik masih sangat sulit diakses oleh publik. Mengapa dokumen ini perlu diketahui publik? Agar bisa dilakukan proses pengawasan oleh publik terhadap pelaksanaan proyek APBD.

APBD Online, apakah ini menjadi penting bagi warga? Juga apakah penting adanya penawaran proyek pemerintah secara online?

Yang sulit itu bukan menjadikan dokumen bisa online, tapi bagaimana pemerintah bersedia membuka dokumen APBD kepada publik. Ini yang penting didorongkan oleh warga. Termasuk juga terhadap penawaran lelang proyek pemerintah yang terkadang cenderung tertutup, walau sudah diiklankan.

Beberapa kawan sedang mendorongkan transparansi APBD. Warga pun sebenarnya memiliki hak untuk meminta pemerintah untuk menelanjangkan APBDnya. Hanya tergantung keinginan untuk memulainya.

Harapannya tahun mendatang sudah ada transparansi dokumen APBD dan proyeknya, sehingga warga bisa melakukan pemantauan pelaksanaan pembangunan dengan lebih baik. [e-samarinda]

tak penting telanjang !

Topik

Arsip

jejaring blog

update by mail

ketik email anda:

Layanan FeedBurner


wajah

Campaign

Borneo2020 - Anti Generasi Suram Kalimantan   Lajur khusus Sepeda - bukan sepeda listrik  


Jejaring

rank blog indonesia Nature blogs & blog posts Page Rank
 



24
Unique
Visitors
Powered By Google Analytics


Avatar

suminten

January 23rd, 2007 at 11:15 pm
Permalink this comment

1

kata orang tua dulu “becik ketitik olo ketoro” mengandung arti bahwa kebaikan, kejujuran, kesungguhan pada akhirnya kaan dicari orang, akan diingat ornag walapun ornag itu sudah mati. tetpai bila yang muncul adalah “olo ketoro’ maka dapat dipredikdisikan bahwa setiap perkara yang jelek dan itu dikerjakan maka akan ketahuan walapun disembunyikan. seperti pejabat kita ynag bermuka manis, sok jujur, gaul tapi “nggapleki” macam kucing lihat tongkol, mungkin saat inilah tahun-tahun inilah olo ketoro dari pada ajaran kakek moyangku doeloe yang selalu minta disembah, sekarang ga disembah lagi malah diludahi macam tai asu… ya ga tahu kita nanatiu menjadi generasi apa, semuanya serba awut-awutan..

[Reply]

Avatar

Pinkan

January 24th, 2007 at 10:55 am
Permalink this comment

2

Kita membayar pajak secara berkala dan seharusnya berhak tahu kemana larinya hasil keringat itu. Selama ini hanyalah kegelapan; digelapkan dan penggelapan ;) . Susahnya jadi rakyat kecil, kadang tidak berani untuk bicara. Susahnya jadi rakyat kecil, kadangkala ingin bicara tapi dengan otot bukan otak. Biaya pendidikan yang selalu bengkak dari jumlah sesungguhnya yg bisa dijadikan kambing hitam..hm..

[Reply]

Avatar

hendra

February 27th, 2007 at 9:20 pm
Permalink this comment

3

gabung

[Reply]

Avatar

timpakul

February 28th, 2007 at 9:04 am
Permalink this comment

4

gabung apa ya?

[Reply]

Avatar

Apri

June 7th, 2007 at 4:04 pm
Permalink this comment

5

tolong nah padahakan lawan wakil rakyat kah jar di sambat, tapi bubuhannya tu sambatannya banarai wakil rakyat. mun sudah kadada untungnya lawan kepentingan bubuhannya atau partainya kada tahu2 pang lawan nang diwakili

[Reply]

Avatar

Darman

July 9th, 2007 at 8:52 pm
Permalink this comment

6

Wakil rakyat tu sambatannya haja inya mawakili nang nyamannya haja. Jadi ujarnya rakyat indonesia tu nyaman buktinya lihat wakilnya haja nyaman baisi mutur, gaji ganal dll.

[Reply]

Avatar

chipink

July 15th, 2008 at 7:37 pm
Permalink this comment

7

wakil rakyat?baca lagi sejarah volksraad (majelis rendah) di indonesia.

[Reply]

Avatar

arum

July 15th, 2008 at 9:42 pm
Permalink this comment

8

ikutan ^^

arums last blog post..kue buat si adek

[Reply]

Avatar

timpakul

July 17th, 2008 at 2:37 am
Permalink this comment

9

ikutan apaan nih… ?

[Reply]

Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button