belajar pada budaya

Hamemayu hayuning bawono berpijak pada tiga pokok pikiran, yaitu perwujudan bumi atau sumber daya alam yang lestari mendukung kehidupan manusia hanya dapat dicapai oleh manusia itu sendiri, ditentukan oleh kearifan manusia; pengabdian para satria atau pengelola lingkungan akan menjadi dasar sejahteranya negara, dan; kesejahteraan manusia ditentukan oleh sifat kemanusiaannya. [Antara]

prinsip-prinsip pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan telah dimiliki hampir sebagian besar komunitas lokal dan suku-suku yang ada di negeri ini. ketika ekologist belajar tentang ilmunya, lebih banyak belajar pada negeri utara yang telah lebih dahulu menghabiskan aset-aset alam. ilmu tersebut kemudian dibawa secara utuh, tanpa pernah melihat filosofi ilmunya. akhirnya, pola pelestarian di negeri ini juga menghadirkan konfliknya sendiri.

komunalism telah membangun pola kelola hutan, sungai, laut dan kampungnya. perlahan ini kemudian bertarung dengan pola kapitalism yang menginginkan adanya ekstraksi alam. pelayan publik kemudian berposisi pada pengekstraksian alam, hanya karena tak memiliki aset alam untuk dikelola. kawasan yang disiapkan untuk pengelolaan ratusan tahun mendatang, harus dihabiskan saat ini juga. kerakusan birokrasi menyisakan bencana ekologi.

kebijakan negeri ini sudah sangat memposisikan dirinya pada pelayanan pada negara-negara utara. hingga apapun yang dihasilkan ataupun dikeluhkan oleh komunitas lokal, pasti akan diabaikan apabila bertentangan dengan keinginan para tuannya. birokrat telah terbelenggu dengan sebuah sistem yang memeras negeri ini hingga ke ampas-ampasnya. dibutuhkan perubahan cepat ataupun penghilangan dua generasi untuk merubahnya. belajar pada budaya menjadi penting, sebelum kemudian budaya itu menghilang dan hanya menjadi romantisme sejarah.

pada budaya belajar !


One Comment to “belajar pada budaya”

  1. Penghilangan dua generasi untuk merubahnya atau menyelamatkannya???…hal tersebut apa perlu dilakukan revolusi (karena kita sudah berevolusi sejak proklamasi digulirkan), sepertinya sudah sedemikian parah kebijakan negeri ini nurut wae pada negara utara, coz negara ini jangankan persoalan lingkungan, politik, ekonomi n budaya (malaysia…???) sudah carut marut !!! yg bisa kulakukan !Bemamayyyyyyy !!!!
    NB : Huruf kekecilan admin, ngalih mata mbacanya

    [Reply]

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam Protection by WP-SpamFree


Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button