[blog action day] property konservasi melahirkan poverty

Posted on: Wednesday, Oct 15, 2008

entar aja beli alat elektronik, nunggu dollar turun aja.”
“tapi kapan?”
ya.. mungkin empat tahun lagi

krisis keuangan amerika yang selalu mengimbas pada wilayah lain, melahirkan efek domino yang terkadang sudah diduga. infrastruktur ekonomi yang dibangun atas kepentingan pemodal besar, mendorong rapuhnya pondasi ekonomi. belajar dari perjalanan krisis ekonomi asia yang pernah terjadi, pertahanan terakhir negeri ini adalah para pelaku usaha kecil dan sedikit menengah.

Rapuhnya industri property di US yang telah diprediksi keruntuhannya, sebenarnya tak hanya mengganggu sektor ekonomi. bekerjanya property konservasi dalam bingkai perlindungan alam, cenderung luput dari perhatian. dan beruntungnya negeri ini, perusahaan property konservasi tersebut juga bekerja dengan leluasa di negeri ini.

kemiskinan yang terjadi di negeri ini, lebih banyak berada pada lingkar-lingkar kekayaan alam. pada sekitar perkebunan besar, pertambangan, hutan tanaman industri ataupun bisnis konservasi, tersajikan potret keterpurukan generasi negeri. minimnya layanan dasar manusia pada wilayah-wilayah tersebut, menghadirkan pemiskinan keberlanjutan.

tanah, air, hutan, kehidupan. sebuah fatamorgana kesejahteraan. walau para gubernur ataupun bupati sibuk untuk menjajakan kawasan hutan untuk dipertukarkan carbonnya dengan keping emas, tak jua akan menghadirkan peningkatan kapasitas ekonomi rakyat. minimnya sarana dan prasarana transportasi publik yang memadai, ditambah dengan terbatasnya kapasitas dan pengetahuan, menjadikan komunitas yang berkehidupan di sekitar kawasan terlindungi sangat sukar mengembangkan produktifitasnya.

keselamatan rakyat dan jaminan layanan alam yang merupakan keharusan, terkadang dilupakan dalam ranah kebijakan, disebabkan telah tersilaukannya pelayan publik dengan keping emas dan helai hijauan.

property konservasi, yang harusnya melahirkan kesejahteraan, malah cenderung melahirkan pemiskinan. akses dan kontrol terhadap sumberdaya yang dihilangkan, mendorong komunitas lokal mengambil pilihan pragmatis untuk mampu bertahan hidup. menjadi buruh ataupun pergi meninggalkan tanah kehidupan, merupakan pilihan yang pasti.

menapaki transek masa lalu, perlahan dengan pemastian. ruang belajar, tempat bermain, apotek raksasa, lebih baik dikembalikan kepada mereka yang telah membangun interaksi sosial-kultural yang kuat dengan alamnya. pelayan publik, wajib menentukan posisinya kepada komunitas lokal. perlindungan alam secara kolektif akan lebih memberikan jaminan bagi kehidupan lain di sekitarnya, yang terkadang tak pernah saling mempertemukan.

Topik

Arsip

jejaring blog

update by mail

ketik email anda:

Layanan FeedBurner


wajah

Campaign

Borneo2020 - Anti Generasi Suram Kalimantan   Lajur khusus Sepeda - bukan sepeda listrik  


Jejaring

rank blog indonesia Nature blogs & blog posts Page Rank
 



64
Unique
Visitors
Powered By Google Analytics


Avatar

cepaxu

October 17th, 2008 at 1:43 pm
Permalink this comment

1

membayangkan properti di US tapi melihat rumah di pinggir karang mumus. sambil nongkrong di ats batang pagi-pagi….

cepaxus last blog post..Korbankan Ratusan Hektare, Tak Perhatikan Dampak Lingkungan

[Reply]

Avatar

papa deddy

October 17th, 2008 at 11:02 pm
Permalink this comment

2

biarlah air tetap mengalir dan air bertiup semilir

papa deddys last blog post..Menambah Bandwith Koneksi dengan Firefox

[Reply]

Avatar

Hendra

April 23rd, 2009 at 12:03 pm
Permalink this comment

3

nah itu…property yang harus memperhatikan konservasi agar bencana “Situgintung” gak terulang ….

[Reply]

Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button