“entar aja beli alat elektronik, nunggu dollar turun aja.”
“tapi kapan?”
“ya.. mungkin empat tahun lagi“
krisis keuangan amerika yang selalu mengimbas pada wilayah lain, melahirkan efek domino yang terkadang sudah diduga. infrastruktur ekonomi yang dibangun atas kepentingan pemodal besar, mendorong rapuhnya pondasi ekonomi. belajar dari perjalanan krisis ekonomi asia yang pernah terjadi, pertahanan terakhir negeri ini adalah para pelaku usaha kecil dan sedikit menengah.
Rapuhnya industri property di US yang telah diprediksi keruntuhannya, sebenarnya tak hanya mengganggu sektor ekonomi. bekerjanya property konservasi dalam bingkai perlindungan alam, cenderung luput dari perhatian. dan beruntungnya negeri ini, perusahaan property konservasi tersebut juga bekerja dengan leluasa di negeri ini.
kemiskinan yang terjadi di negeri ini, lebih banyak berada pada lingkar-lingkar kekayaan alam. pada sekitar perkebunan besar, pertambangan, hutan tanaman industri ataupun bisnis konservasi, tersajikan potret keterpurukan generasi negeri. minimnya layanan dasar manusia pada wilayah-wilayah tersebut, menghadirkan pemiskinan keberlanjutan.
tanah, air, hutan, kehidupan. sebuah fatamorgana kesejahteraan. walau para gubernur ataupun bupati sibuk untuk menjajakan kawasan hutan untuk dipertukarkan carbonnya dengan keping emas, tak jua akan menghadirkan peningkatan kapasitas ekonomi rakyat. minimnya sarana dan prasarana transportasi publik yang memadai, ditambah dengan terbatasnya kapasitas dan pengetahuan, menjadikan komunitas yang berkehidupan di sekitar kawasan terlindungi sangat sukar mengembangkan produktifitasnya.
keselamatan rakyat dan jaminan layanan alam yang merupakan keharusan, terkadang dilupakan dalam ranah kebijakan, disebabkan telah tersilaukannya pelayan publik dengan keping emas dan helai hijauan.
property konservasi, yang harusnya melahirkan kesejahteraan, malah cenderung melahirkan pemiskinan. akses dan kontrol terhadap sumberdaya yang dihilangkan, mendorong komunitas lokal mengambil pilihan pragmatis untuk mampu bertahan hidup. menjadi buruh ataupun pergi meninggalkan tanah kehidupan, merupakan pilihan yang pasti.
menapaki transek masa lalu, perlahan dengan pemastian. ruang belajar, tempat bermain, apotek raksasa, lebih baik dikembalikan kepada mereka yang telah membangun interaksi sosial-kultural yang kuat dengan alamnya. pelayan publik, wajib menentukan posisinya kepada komunitas lokal. perlindungan alam secara kolektif akan lebih memberikan jaminan bagi kehidupan lain di sekitarnya, yang terkadang tak pernah saling mempertemukan.
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2008. [blog action day] property konservasi melahirkan poverty. http://timpakul.web.id/blog-action-day-property-konservasi-melahirkan-poverty.html (dikutip tanggal 5 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul

nah itu…property yang harus memperhatikan konservasi agar bencana “Situgintung” gak terulang ….
biarlah air tetap mengalir dan air bertiup semilir
papa deddys last blog post..Menambah Bandwith Koneksi dengan Firefox
membayangkan properti di US tapi melihat rumah di pinggir karang mumus. sambil nongkrong di ats batang pagi-pagi….
cepaxus last blog post..Korbankan Ratusan Hektare, Tak Perhatikan Dampak Lingkungan