terjadinya ledakan di Deepwater Horizon, sebuah anjungan pengeboran minyak, 66 kilometer lepas pantai Louisiana, Amerika Serikat pada 20 April 2010 merupakan babak baru dari ancaman energi fosil. 11 orang pekerja tewas, dan ketika dua hari kemudian anjungan minyak roboh, setidaknya sekitar 5.000 barrel atau 210.000 galon (795.000 liter) per hari menyebar di perairan. termasuk juga berakibat pada kematian 770 burung, 341 penyu dan 41 ekor mamalia laut.
berbeda dengan kejadian Lumpur Lapindo yang menyebabkan lebih banyak korban, dan hingga saat ini tidak memperoleh perhatian serius pemerintah, kejadian di Teluk Meksiko tersebut memperoleh perhatian khusus oleh Presiden AS, yang bahkan membatalkan kunjungannya ke negeri ini.
hal lain yang menarik dari kejadian pencemaran minyak oleh BP adalah topik #oilspill masih sering menjadi topik teratas dalam situs cuit-cuit. dan lebih dari itu, mesin pencari Google juga meletakkan topik khusus dibagian bawah kotak pencarian, dengan topik “Ask the White House your questions about the Oil Spill“.
dan bila dituju, laman yang dibuka akan menyediakan tempat bertanya yang langsung dijawab oleh White House Press Secretary, Robert Gibbs.

dan mungkin saat belum ada pertanyaan, masih ada ruang untuk melihat pertanyaan-pertanyaan yang pernah diajukan oleh peselancar lainnya.

dan juga dihadirkan peta interaktif yang menginformasikan respon terhadap bencana ekologi tersebut.
sesuatu yang tentunya tak terjadi saat Lapindo mulai menebarkan lumpur panas. termasuk terhadap tindakan cepat yang bisa dilakukan oleh pemimpin negeri. diluar kekejaman yang dilakukan oleh Amerika Serikat, dalam hal melakukan respon terhadap bencana ekologi dan perilaku buruk perusahaan, presidennya agak baik dibandingkan perilaku buruk pemimpin negara lain, yang memiliki kecenderungan untuk mengabaikan penanganan, tanggung jawab korporasi, dan melakukan korupsi diantara bencana.
penggunaan media maya, khususnya web2.0, dalam kejadian pencemaran teluk tersebut, sangat juga menggiring opini yang lebih terbuka. ada pro-kontra itu pasti. tapi setidaknya, akan semakin terbuka informasi-informasi yang sebenarnya, terkait penyebab dan dampak kejadian. sayangnya, negeri ini masih sangat jauh dalam mengembangkan sistem pengelolaan informasi, termasuk dalam membangun dan mengembangkan kapasitas anak negeri di dunia jejaring maya. walau sebenarnya, potensi luar biasa ada di negeri ini. mulai dari terkenal dalam keamanan jaringan, pembuatan 3D movie, hingga dalam pembuatan program-program pendukung.
gejolak yang hari ini telah ada, akan menghilang begitu saja, atau terbawa arus samudera. pemerintah yang lamban dan cenderung terlalu berhati-hati ataupun malah tidak memahami apa-apa, menjadikan pengembangan teknologi informasi menjadi sangat lamban di negeri ini. andai saja, pita lebar sudah semakin lebar bagi anak negeri, dan adanya jejaring gratis, tentunya akan terus mempercepat kemajuan negeri ini.
pada oil spill yang menjelajah web2.0 !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2010. BP Oil Spill dan Web2.0. http://timpakul.web.id/bp-oil-spill-dan-web2-0.html (dikutip tanggal 8 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul



