celengan babi

2 July 2010 | topik: celoteh | oleh

Jul
02

celengan babi itu masih teronggok di sudut ruang. cat merah mudanya mulai memudar. tak seperti celengan-celengan berbentuk lainnya, yang sudah semakin berat. celengan babi itu masih terus saja keroncongan, tak berisi. kabarnya, kalau uang sudah masuk dalam celengan babi, akan menjadi haram. tak boleh lagi digunakan untuk apa-apa, karena haram itu dosa.

penggambaran babi yang di’mirip’kan dengan sebuah hal yang bernilai haram bahkan SARA, merupakan sebuah penggambaran babi dari seorang yang tak terlalu pernah memahami mengapa babi hadir di permukaan bumi. sebuah cerita lampau berujar, “babi dihadirkan di kapal nabi nuh, agar kemudian kapal tak menjadi kotor, karena babi mampu membersihkan kotoran yang ada di kapal tersebut, dengan memakannya“.

kembali, landasan ideologis seolah-olah menjadi sebuah tameng yang kuat, dalam menangkal sebuah tuduhan terhadap sebuah indikasi terjadinya kejahatan, yang bahkan telah merupakan kejahatan kemanusiaan. dengan mencoba berkelit dari sebuah cover majalah yang menggambarkan penggembala celengan babi, kasus kejahatan korupsi pun enggan diungkapkan.

perhitungan sederhana saja, bila seorang memiliki gaji hingga 15 juta rupiah atau bahkan 50 juta rupiah sebulan, lalu bagaimana caranya bisa memperoleh puluhan miliar rupiah dalam waktu yang singkat? namun, tak pernah ada jawaban atas kekayaan yang berlipat tiba-tiba itu. seorang kawan pun berujar, “tunjangan memang besar, tapi jauh lebih besar pendapatan kalau berselingkuh dengan pengrusak lingkungan“.

itulah sebuah dinamika kasus korupsi. terlalu banyak permakluman, karena hampir setiap jengkal terdapat seorang koruptor. di lingkar mana pun, termasuk pada lembaga-lembaga yang berkata lantang anti korupsi. hanya berbeda pada kadar dan kemampuan yang dikorupsi saja. dan juga ini hanya soal waktu.

babi dan celengannya, tak pernah menyadari bahwa mereka selalu dihujat oleh kelompok yang seolah-olah memiliki tingkat tertinggi dari ideologinya. mereka yang menggunakan kekerasan untuk mempertahankan kekuasaannya dan memperkaya dirinya. dan terus saja terus menggunakan babi untuk dihujat ataupun menghujat. walau kemudian, sang babi tak pernah ingin tahu apa yang sedang mereka perhujatkan.

pada babi dan celengannya !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2010. celengan babi. http://timpakul.web.id/celengan-babi.html (dikutip tanggal 19 May 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

2 ikung mahalabiu gasan “celengan babi”

Show / Hide Comments
  1. Kojeje says:

    Ahhhh…. masih ada dimana-mana ternyata
    kapan bersihnya yaa…??

  2. eric says:

    wkwkwkw
    GO POLRI GO…

Bekomen yukz