“itu tata tertib yang ada di kami, jadi harap maklum” demikian surat elektronik yang disampaikan oleh penyelenggara pelatihan auditor. dasi dan surat keterangan sehat menjadi hal yang penting dan utama. entah apa yang mendasari pikiran mereka tentang dasi. apakah karena dasi merupakan sebuah identitas yang penting bagi penyelenggara? ataukah memang pikiran mereka sudah terkontaminasi bahwa dasi merupakan kelas terbaik?
cara pikir negeri ini sangat dipengaruhi oleh periodisasi penjajahan. penggunaan sepatu, yang sebenarnya tak cocok untuk iklim tropis, sampai dengan penggunaan jas dan dasi. semua diadopsi untuk kemudian dipergunakan dalam keberlanjutan menindas. coba saja lihat di hampir setiap rapat pejabat, tak ada yang tak mengenakan jas dan dasi. padahal sangat jelas, negeri ini tak membutuhkan keduanya.
lihat saja negeri jiran, yang melahirkan model pakaian resminya sendiri. tanpa jas, tanpa dasi. hanya sarung dan peci. negeri ini sudah sangat dikuasai oleh kepentingan penjajah yang menjadikan pola-pola di kepala selalu berkutat dengan penampilan dan perwajahan. wajar saja kemudian, sebuah integritas dan kecerdasan sangat tidak dihargai di negeri ini. semua harus mekanik dan berada dalam kerangkeng kepalsuan.
auditor eksternal sistem verifikasi legalitas kayu sudah menunjukkan kelasnya. yang tak mungkin akan utuh dalam memperoleh sisi sosial dari komunitas yang terdampak. karena dasi dan pakaian, telah menjadi sebuah sekat pemisah dalam penggalian pengetahuan warga. tapi inilah kementerian kehutanan yang tak pernah ingin belajar. jelas sekali sistem perhutanan yang selalu menindas, namun tetap saja ingin dilanjutkan. waktu akan bergerak, dan membuka tabir kelam kuasa kehutanan negeri ini.
pada dasi svlk !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2011. dasi svlk. http://timpakul.web.id/dasi-svlk.html (dikutip tanggal 19 May 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
