dia itu ternyata tuli

9 January 2010 | aku oleh

Jan
09

pak wali itu ternyata tuli, masa dikiau banyak orang, kada noleh

di sebuah warung. sambil mengantri untuk membayar. seorang bapak berceloteh tepat di sampingku. “pak wali itu ternyata tuli, masa dikiau banyak orang, kada noleh“. aku mencoba menguji pendengaranku. beliau mengulangi lagi ungkapannya, “pak wali itu ternyata tuli. tadi pas di masijid, banyak yang mengiau sidin, masa kada noleh“.

sebenarnya aku tak terlalu yakin ada orang yang disebut beliau tadi di tempat itu. karena aku hanya mendengarkan celoteh seorang incumben yang membawa sumbangan sebesar lima juta rupiah untuk rumah ibadah. tak terdengar celoteh dari orang yang dimaksud bapak tadi.

iya.. tadi hampir seisi masijid bepadah … amiiiiiin… tetap aja sidin kada menoleh. kada sekali haja, dua kali malah. mungkin mun dikiau pak wali, beliau hanyar menoleh.“. aku hanya mencoba tersenyum. otakku hanya mencoba membuka memori, bahwa benar orang yang disebutkan bapak tadi memang tuli. berulang kali ada teriakan warga tentang banjir, tentang semrawutnya kota, tak pernah juga ada responnya. hanya berlalu, tanpa arti.

:: 100108
mahalabiu di hari jumahat



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2010. dia itu ternyata tuli. http://timpakul.web.id/dia-itu-ternyata-tuli.html (dikutip tanggal 5 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz