diam gumam
Celoteh pada 17 September 2009 dalam topik khayal [
] -
196 views
mereka diam
hanya bisa berdiam
bergerak pun tidak
ponton bermuatan penuh batubara mengaliri sungai coklat
riak air mengoyang jamban tua di tepinya
emas hitam kelam potret kehidupan
berikan keping emas pada penguasa
hanya sisakan keping bencana pada mereka
mereka berguman
hanya bisa bergumam
menggeliat pun tidak
ponton berisikan kayu bulat lurus panjang tak lagi terlalu sering dilihat
kabarnya minggu kemarin adalah pohon durian terakhir yang ditebang
bukan lagi meranti ataupun keruing apalagi ulin
pantas saja tak mampu lagi buah disantap
hanya barisan macaranga yang tersisa
bahkan babi pun enggan menjenguk
diam gumam mereka
:: hanya itu yang bisa
[090917]
:: dalam diam gumam
Blogmark: Technorati | Feedster | Bloglines | Lintas Berita | Del.icio.us | Digg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Ade Fadli lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.
Kirim email gasan bamamay

![Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. [Pasal 28F UUD 1945]](http://timpakul.web.id/wp-content/themes/mimbo/images/t-info.png)






