diam gumam

17 September 2009 | khayal oleh

Sep
17

mereka diam
hanya bisa berdiam
bergerak pun tidak

ponton bermuatan penuh batubara mengaliri sungai coklat
riak air mengoyang jamban tua di tepinya
emas hitam kelam potret kehidupan
berikan keping emas pada penguasa
hanya sisakan keping bencana pada mereka

mereka berguman
hanya bisa bergumam
menggeliat pun tidak

ponton berisikan kayu bulat lurus panjang tak lagi terlalu sering dilihat
kabarnya minggu kemarin adalah pohon durian terakhir yang ditebang
bukan lagi meranti ataupun keruing apalagi ulin
pantas saja tak mampu lagi buah disantap
hanya barisan macaranga yang tersisa
bahkan babi pun enggan menjenguk

diam gumam mereka
:: hanya itu yang bisa

[090917]
:: dalam diam gumam



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2009. diam gumam. http://timpakul.web.id/diam-gumam.html (dikutip tanggal 5 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz