Dicari! Walikota Masih Punya Otak

Posted on: Wednesday, Apr 22, 2009

Samarinda, kota yang menjadi ibukota provinsi yang menopang kehidupan tanah Jawa kembali terendam. Lebih dari sepertiga kota digenangi air. Jalan-jalan kota berubah menjadi sungai-sungai baru. Kejadian yang berulang, setiap tahunnya tiga kali setidaknya terjadi banjir meluas yang cukup lama di kota yang dibelah Sungai Mahakam.

66,5% kawasan tambang batubara mengelilingi kota. Hutan kota hanya kurang dari 10% dari luas kawasan. Perbukitan dan rawa di seputaran kota telah beralih menjadi pusat perbelanjaan, perumahan mewah dan perkantoran. “Wajar saja kota ini selalu terendam, karena walikotanya hanya mikirin untuk memenuhi pundi pribadi” ujar seorang kawan.

Kota yang terlatak pada bagian hilir sungai besar, tak seharusnya dilanda banjir seintensif saat ini. Siklus 10 tahunan yang biasanya terjadi, saat ini berlangsung setiap empat bulan sekali. 600 ribu warga kota harus menikmati kontribusi mereka bagi menghidupi Jawa dan Negara Industri, dengan terus digalinya tanah untuk diambil batu-baranya ataupun potongan-potongan kayu ulin yang tersisa yang dijadikan furniture ataupun lantai rumah di China dan Jepang.

Pemimpin, dibutuhkan seorang yang lebih punya otak dan mampu berpikir untuk mengatasi, setidaknya mengurangi, kejadian bencana ekologis. Mengutamakan perputaran uang pada sektor jasa, dan tidak lagi menguras kekayaan alam terakhir di kota.

Tak jauh dari kota ini, sebuah wilayah bernama Jepu-jepu, yang sudah menjadi ‘kota mati’ yang sebelumnya sempat terang-benderang saat pompa penghisap minyak masih bergerak. Juga tak jauh dari kota ini, sebuah wilayah bernama Sanga-sanga, yang mulai perlahan meredup, seiring dengan habisnya gas alam yang mampu dikeluarkan dari perut bumi. Adakah sebuah kesejahteraan di kedua tempat yang menopang pembangunan Indonesia selama ini? Sangat jauh dari yang terbayangkan.

“Itulah kutukan sumberdaya alam” lanjut kawanku. Setiap wilayah yang memiliki kekayaan alam berlimpah, harus menikmati kesengsaraan. Tiadanya peningkatan kesejahteraan, hingga terpaparnya limbah-limbah yang merusak sistem kehidupan. Kemampuan bertahan hidup harus terus dipertarungkan dengan sisa-sisa energi yang masih ada.

Tahun depan, akan ada pemilihan walikota yang baru. Bisa jadi, Samarinda akan tetap terpuruk, bila melihat peta pemenang pemilu legislatif hari ini. Karena partai-partai yang tak punya perspektif lingkungan hidup masih menjadi pemenang. Bisa jadi juga Samarinda akan punya walikota yang jauh lebih baik, bila saja, calon independen akan memenangkan pertarungan.

Walau ini hanya mimpi, namun warga kota, yang saat ini telah selalu berkata “tutup tambang batubara” dapat memilih dengan lebih rasional. Tidak terganggu dengan kampanye palsu. Juga tidak tergoda dengan celoteh hampa. Puing-puing penderitaan harus diakhiri. Dan hanya satu jalan bagi kota dibawah air itu, memiliki seorang pemimpin yang berani untuk bilang tidak pada industri dan pebisnis yang menyebabkan peningkatan bencana ekologis.

Topik

Arsip

jejaring blog

update by mail

ketik email anda:

Layanan FeedBurner


wajah

Campaign

Borneo2020 - Anti Generasi Suram Kalimantan   Lajur khusus Sepeda - bukan sepeda listrik  


Jejaring

rank blog indonesia Nature blogs & blog posts Page Rank
 



64
Unique
Visitors
Powered By Google Analytics


Avatar

Maryotods

April 23rd, 2009 at 5:52 pm
Permalink this comment

1

saya sangat terkesan dengan anda yang menambah ilmu tentang negeri ini

[Reply]

Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button