gagal teknologi

“pak wali kalo jawab sms itu, ‘dikopi, ok’” celoteh seorang kawan.

benarkah sebuah teknologi akan mampu melakukan penetrasi secara alamiah? ataukah memang diperlukan sebuah upaya agar terpapar dengan luas? titik dimulainya dari mana, apakah dari atas ataukah dari bawah?

bila pemimpinnya sangat tidak familiar dengan teknologi terbaru, menjadi sukar untuk melakukan pengembangan agar terjadi efisiensi dalam sebuah sistem. apalagi kalau kemudian ketertutupan yang terjadi. bila tetap diberikan ruang, tentunya masih terbuka sebuah asa agar dapat dilakukan pengembangan penggunaan teknologi.

“server itu dibawa ke kota ini menggunakan pesawat, untuk mengkompilasi laporan antar daerah” ujar kawan tentang perilaku pejabat pusat yang berharap akan ada proyek berikutnya.

kegagalan teknologi bukanlah pada hardwarenya. yang utama adalah pada brainwarenya. bila pengguna ternyata sangat ingin adanya sebuah efisiensi, maka terjadilah. namun bila pengguna yang menghambat pengembangan penggunaan teknologi, maka akan semakin tertinggal dan hilangnya harapan akan efisiensi.

pada tahun mendatang, provinsi ini berharap menerapkan kantor maya. walau masih banyak pejabat yang belum familiar dengan teknologi informasi, termasuk untuk penggunaan telepon seluler. namun ini harus dimulai, termasuk untuk membangun sistem kependudukan dan jaminan sosial yang lebih dimudahkan oleh teknologi. hingga pada satu waktu, pemilihan umum akan berlangsung menggunakan e-vote.

pada gagal teknologi !


2 Comments to “gagal teknologi”

  1. Bener banget mas.. Teknologi itu bukan di hardware, tapi di brainware
    Tulisan Nyubi yang terbaru blog ..Sell Domain Through SEDO My ComLuv Profile

    [Reply]

  2. hihi…
    brainware…. kekekekkk
    ciwir´s last blog ..Konsumerisme Lebaran My ComLuv Profile

    [Reply]

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam Protection by WP-SpamFree


Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button