Di negara BBM (Benar-Benar Mabok) [sebuah acara di televisi] dibahas tentang guru dan satwa. Bahwa sebenarnya Indonesia ini hanya peduli dengan satwa dan baru bulan ini mulai peduli dengan guru. Indikatornya sederhana. Bahwa UU Perlindungan Satwa telah lama diterbitkan, sedangkan UU Guru dan Dosen baru saja diundangkan. Walaupun ternyata dalam UU Guru dan Dosen, kesejahteraan bagi guru masih berupa tanda tanya.
Menarik memang bila tahu berapa biaya untuk seekor orangutan di tempat perehabilitasiannya. Perbandingan sederhananya adalah seekor orangutan menghabiskan biaya 5 kali dari gaji guru hari ini. Ternyata tak salah bila guru memang bukan bagian yang penting di negeri ini. Orangutan lebih diutamakan. Hanya karena ia menjadi maskot dunia. Hanya karena ia menjadi icon. Hanya karena ia menghasilkan uang.
Sebenarnya bila mau dibongkar sedikit. Bahwa guru juga telah melahirkan orang-orang yang merawat orangutan. Guru pula yang telah menjadikan seorang sebagai presiden. Hanya memang guru masih berada dalam wilayah pahlawan tanpa tanda jasa, guru adalah sebuah pengabdian, dan guru baru saja dianggap sebagai sebuah profesi. Sebuah harap, dengan UU Guru dan Dosen, tidak terjadi penurunan kesejahteraan guru, serta tidak terjadi penurunan kualitas pendidikan di negeri ini yang sudah semakin menuju jurang kehancurannya.
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2005. Guru dan satwa. http://timpakul.web.id/guru.html (dikutip tanggal 19 May 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
Yah, dari dulu juga guru sudah dibrandkan sebagai pahlawan “tanpa tanda jasa”. Ganti aja gimana..
jadi tambah panjang kalo kita bakesah jua soal guru ngaji, guru silat, guru renang dll hehehe…