Heart of Borneo. Jantung Borneo. Sebuah gagasan yang dilontarkan oleh sebuah lembaga konservasi internasional dengan mengejar penyelamatan beberapa kawasan di tengah Borneo. Kawasan Taman Nasional, Cagar Alam, Hutan Lindung, hingga kawasan benilai konservasi lainnya dijadikan sebagai sebuah etalase konservasi.
Ketika sebuah kawasan dideklarasikan menjadi sebuah kawasan konservasi, sejenak menjadi sebuah tusukan kematian bagi komunitas di kawasan tersebut. Baik terhadap manusia, maupun terhadap satwa dan tetumbuhannya. Nilai pengetahuan digali sedalam-dalamnya, “diperdagangkan”, hingga menjadi sebuah kebanggaan bagi pihak internasional. Namun tidak bagi komunitas lokal.
Sebuah ironi lain, ketika terdapat sebuah temuan di negeri ini, selalu yang mengaku-aku sebagai penemu adalah para ekspatriat bodoh yang selalu mengagung-agungkan pengetahuan ceteknya. Penemuan karnivora baru. Penemuan capung baru. Hingga penemuan kecoak baru. Tak ada penghargaan terhadap mereka yang menjadi penemu pertama, karena uang mengucur bukan dari langit, tapi dari kantong kapitalis bertopeng konservasionis atas nama pengetahuan.
Heart of Borneo. Tusukan kematian di jantung Borneo. Cukup sudah pembohongan publik atas nama partisipasi, transparansi dan demokratisasi!
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2005. Heart of Borneo: Kematian Rakyat Borneo. http://timpakul.web.id/heart.html (dikutip tanggal 19 May 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
Gagasan ini menurut saya sangat bagus bahkan perlu. Bisa memajukan dan mendidik masyarakat setempat, melestarikan lingkungan bersama-sama.
Sayangnya kita ini orang yg mudah tersinggung . Mungkin,karena IDE baik belum pernah dicetuskan oleh kita sendiri. Jadi cuma bisa marah tok!!
Melihat binatang aneh buat bangsa kita bukanlah hal penting bahkan tak terfikirkan apa manfaatnya..Sementara bagi orang asing melihat sesuatu yang tidak biasa merupakan “ilmu” yang patut dipelajari dan hal itu kita anggap “ga ada kerjaan” alias bodoh! Wah kapan majunya jika paradigma berfikir sebagian dari kita seperti ini terus???
Tempakul, sesekali keluarlah dari kubangan Lumpur..Jalan-jalan di tepi sungai di tengah hutan, lihat-lihat perkembangan kehidupan mahluk lain …Mungkin akan kau temukan variant baru semut, pasti kau termenung ..” ah ini semut kok aneh !” lalu kau lari ke habitabmu.. takut kepanasan dan mati tertimpa etalase konservasi dan semut tadipun terlupakan olehmu..
Sebentar, maksud penduduknya yang selalu dibodohi oleh kaum kapitalisme yang gimana? jadi penasaran. oleh Badan Konservasi Internasional atau siapa? kaum kapitalis ini yg mana?
tx
saat ini sudah semakin tertampilkan gambarannya. ketika sebuah badan konservasi mulai bergumul dengan perusahaan tambang di sebuah kawasan jantung borneo….
tolong dong perlihatkan potensi dari borneo itu sendiri. sehingga dia di jadikan tempat ekowisata..
Borneo adalah jantung asia. Borneo hijau menyegarkan dunia. Namun tak sesegar penduduknya yang selalu dibodohi oleh kaum kapitalisme.
andis last blog post..Ingin Berkunjung Ke Sambas ?
bukannya mau mengganggu kesenangan orang yang sukanya hanya merendahkan orang lain…. tapi orang indonesia sendiri emang ga ada yang peduli akan alamnya…. berkedok penjaga hutan, tetapi malah orang yang pertama kali merusak hutan…
bayangkan bahwa penduduk asli yang katanya penjaga setia dan tidak akan merusak ekosistem, tetapi mereka malah orang pertama yang memanfaatkan seluruh isi hutan baik flora maupun faunanya… dengan ketidak-tahuan mereka bahwa yang mereka nikmati selama ini adalah spesies2 yang dilindungi oleh dunia…. tanya kenapa??????
bagaimana yah..ga salah klo anda marah karena yang selalu mengeksploitasi kekayaan indonesia termasuk konservasi alam yang dijadikan kedok seperti kata anda adalah pihak luar/internasional…habis mau bagaimana lagi? pihak lokal (pemerintah pusat/daerah) seakan tidak perduli dengan kekayaan alam miliknya sendiri..ditebang, dibabat, dilelang..semua oleh pihak lokal. sudah bagus ada pihak lain yang mau melindungi kekayaan alam yang bahkan kita sendiri tidak bisa melindungi dan menghargainya. just my opinion, peace!
hi..timpakul
aku sangat tertarik ma bahasan tentang heart of borneo, klo bisa aku tau gimana sih pendapat masyarakat kaltim secara umum dan mahasiswa (pecinta alam) secara khusus terhadap inisiatif ini. Btw, bukannya yang menginisiatif HoB pertama kali adalah WWF dan bukannya pemerintah..bagaimana tanggapan timpakul on this matters