Penggunaan energi nuklir, tanaman hasil rekayasa genetik, tangkapan dan penyimpanan karbon, serta bahan bakar nabati (biofuel), bukan merupakan solusi mengatasi pemanasan global. [Antara]
solusi yang ditawarkan oleh negara utara dalam mengatasi pemanasan global adalah dengan menggunakan energi alternatif, berupa nuklir dan biofuel. dalam pengembangan keduanya, telah banyak referensi yang mengatakan nuklir bukanlah sebuah solusi ditengah tidak stabilnya kulit bumi.
biofuel sendiri, saat ini dikembangkan secara besar-besaran dengan menghilangkan tutupan hutan. selain itu, bahan bakar nabati juga telah mengambil alih kebutuhan pangan manusia, untuk kemudian diubah menjadi biofuel. dua hal yang selalu dipermasalahkan dalam konteks pemanfaatan produksi biofuel. kelapa sawit merupakan salah satu komoditi yang sangat dikejar untuk menghasilkan biofuel.
3 juta hektar di Papua, 5,5 juta hektar di Kaltim, berjuta-juta hektar di berbagai wilayah negeri ini akan dialokasikan untuk perkebunan besar kelapa sawit. ladang, sawah, kebun buah yang selama ini menghidupi komunitas lokal harus digantikan kelapa sawit yang tak dapat menggantikan pangan.
kebijakan pelayan publik negeri ini benar-benar belum berdasarkan kalkukasi kekayaan alam negeri ini. begitu banyak batubara yang diekspor, minyak bumi yang disedot, hingga begitu banyaknya lahan pertanian yang harus dialihfungsikan, yang secara perlahan melahirkan krisis pangan di negeri ini.
tak penting nuklir biofuel !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2007. nuklir biofuel. http://timpakul.web.id/iklim-7.html (dikutip tanggal 7 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul