imaginasi bumi: menebar benih kehidupan baru di simpang jalan
Celoteh pada 12 December 2008 dalam topik khayal [
] -
450 views
tangisan alam tak pernah lagi mampu terdengar. diantara hiruk-pikuk gemerincing keping emas. menghilangnya urat kehidupan tersapu tanah yang tak lagi topang kehidupan.
imaginasi bumi. membongkar tradisi. mengurai kerapuhan. keluar dari kotak pandora yang tak pernah berujung. berharap ada cercah mentarijingga sebelum peraduan putih menyambutnya.
benih kehidupan baru di simpang jalan. memilih arah bagi lompatan sang waktu. bergulir diantara jerami nafsu. nafas sesaat tersekat oleh hitamnya udara kota. aroma gelisah beradu dalam dongeng pengantar tidur.
[081212]
imaginasi bumi
Blogmark: Technorati | Feedster | Bloglines | Lintas Berita | Del.icio.us | Digg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Ade Fadli lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.
Kirim email gasan bamamay

![Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. [Pasal 28F UUD 1945]](http://timpakul.web.id/wp-content/themes/mimbo/images/t-info.png)







wah ganti judul juga
tukangsates last blog post..masa lalu yang membayang
[Reply]
… di simpang jalan, kirain di simpang tiga hehehe
gologs last blog post..semut
[Reply]