ini bapak budi …

21 April 2010 | topik: aku | oleh

Apr
21

bapak budi pergi ke pasar, setelah itu mencuci dan memasak di dapur. ibu budi pergi ke kantor” ujar seorang guru taman kanak-kanak perempuan, di sela menilai ekspresi warna peserta lomba. “wah… kalo gitu bapak budi kerjanya PRT donk” ujar kawan perempuan yang merupakan pekerja Ornop, sambil tertawa lepas.

agak terkejut mendengar percakapan ini. stigma telah tertanam begitu dalam. hal-hal yang tidak biasa dianggap sebuah keanehan. memang ketika pelabelan perempuan beraktivitas di wilayah domestik dan lelaki bertanggung jawab keuangan, telah tertanam begitu dalam. bahkan terhadap kelompok yang telah beraktivitas dalam pekerjaan pun, tetap saja, memandang bahwa perempuan menjadi sub-ordinat dari lelaki. kekuatan untuk memerdekakan jiwa dan diri menjadi sebuah pilihan, masih ragu untuk dideklarasikan.

ketika kemudian hari ini, yang kabarnya merupakan Hari Kartini, hampir seluruh instansi dan lembaga berlomba-lomba memerintahkan stafnya untuk menggunakan kebaya, yang dipandang sebagai busana Kartini, dan juga busana nasional. artinya kemudian, cara menghargai pilihannya hanya pada pilihan busana, bukan pada pilihan hak.

bahkan dalam perbincangan berbeda, sering kali diungkap bahwa Kartini sendiri belum berani untuk memutuskan pendamping hidupnya. masih berada dalam dominasi orangtua dan pasangan hidupnya. ini yang kemudian juga terus diikuti oleh generasi Kartini kemudian. bahwa kebebasan untuk memilih pasang hidup pun harus berada dalam kekuasaan mereka yang disekitar. dengan dalih beragam, mulai dari sekedar bahwa kelasnya berbeda, hingga masalah kemampuan keuangan.

dalam situasi berbeda, sebuah undangan resepsi yang pernah dikirimkan, memperoleh komplain dari yang terundang. “kok nggak nulis nama saya? kok cuma ditulis dan istri?” ujar seorang kawan perempuan. sebuah hal sederhana yang cukup menyentak. setiap individu, utamanya perempuan, juga punya identitas sendiri, yang memang harus diakui identitasnya. bukan sebagai isteri seseorang ataupun sekedar partner dari seseorang.

ini bapak budi…“. namun semakin banyak budi dan wati yang tak mampu bersekolah. iwan pun semakin sulit menggunakan obat-obatan dari hutan. semakin mahal biaya pendidikan hari ini, makin semakin menggurita bisnis kesehatan, semakin hancur alam kehidupan, hutan, sungai, gunung, danau dan hamparan karst dan kerangas, yang merupakan tempat bermain, belajar, dan berkehidupan.

selamat berulang tahun Kartini



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2010. ini bapak budi …. http://timpakul.web.id/ini-bapak-budi.html (dikutip tanggal 19 May 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz