ini soal isi kepala !

hampir tak pernah membayangkan bahwa isi kepala yang sudah bergelar tinggi, terkadang terlalu tak berisi. demikian juga yang telah berjabatan tiinggi, terkadang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang baru menyelesaikan bangku sekolah. aku sendiri sudah terlalu sering mencatat isi kepala yang dicurahkan melalui kata-kata. terkadang, aku harus selalu mengetikan kata-kata yang berulang.

pembelaan terhadap kepentingan yang sedang dilangkahkan selalu terjadi. menjaga wibawa, hingga menjaga peti harta karun. tak terlalu mudah untuk membongkar ruang partisipatif. apalagi bila harus multi-pihak, ataupun multipleks.

aku terlalu sering untuk mendengar. hingga terlalu banyak kata-kata yang tak mudah dilupakan. bahkan ketika telah sepuluh tahun berlalu. kata-kata yang selalu berulang, hingga kini masih terlalu sulit dilihat wujudnya. ketika orang sudah mulai berganti, tetap saja, belum ada sebuah perubahan yang berarti.

aku mungkin sudah terlalu lelah. menyaksikan sebuah perjalanan yang tak pernah ada arah. ada yang mengatakan tidak, ada yang menyatakan iya, ada yang hanya sekedar mengangguk-angguk, sambil tangannya terlalu sibuk memainkan tombol telepon seluler.

ini soal isi kepala ! bahwa setiap makhluk yang bernyawa masih memerlukan makhluk lainnya. tentang sebuah keseimbangan kehidupan. tentang sebuah cerita masa lalu yang harusnya tak lagi berulang. putaran sang waktu, belum juga mau berhenti. walau sebagian mulai gelisah dengan angka 2012.

ini bukan sekedar soal apa yang dikeluarkan di mulut. lidah yang bergejolak, memberikan rasa dan aroma yang berbeda bagi isi otak. jerat global telah tertancap utuh di jemari sang bumi. tetesan embun di pagi yang menyaksikan geliat mereka yang tak mampu beristirahat di malam hari, semakin membeku di ujung dedaunan kering di tanah lembab.

ini soal isi kepala ! yang perlu untuk terus mengayunkan langkah kaki. esok pagi, bisa saja mentari tak lagi bersinar. selaput emisi gas rumah kaca telah membuat kubah yang tak tersapu angin. kegelisahan itu masih ada. hingga bunyi telepon seluler membangunkanku agar tetap mampu membangun jalinan pada sang masa. sebuah pesan singkat tertulis di layarnya yang tak besar, “ini soal isi hati !”.

aku dan isi kepalaku !


Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam Protection by WP-SpamFree


Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button