Istilah karst yang dikenal di Indonesia sebenarnya diadopsi dari bahasa Yugoslavia/Slovenia. Istilah aslinya adalah ‘krst / krast’ yang merupakan nama suatu kawasan di perbatasan antara Yugoslavia dengan Italia Utara, dekat kota Trieste. kosistem Karst adalah areal-areal yang mempunyai lithologi dari bahan induk kapur.
Di Kalimantan Timur, lahan ini sebagian besar terdapat di semenanjung Sangkulirang, memanjang sampai ke Tanjung Mangkaliat dengan luas 293.747,84 hektar. Kawasan ini merupakan kawasan yang terancam, karena kepentingan industri dan langkanya semen, menjadikan kawasan pegunungan kapur yang menjadi salah satu bahan baku industri akan segera ditambang.
Ekosistem karst memiliki sebuah keunikan sendiri, baik secara fisik, maupun dalam aspek keanekaragaman hayati. Sifat yang rentan dari biota gua, merupakan sebuah indikator penting terhadap perubahan lingkungan. Belum banyak jenis biota gua Indonesia yang diungkapkan. Baru beberapa jenis udang gua (Macrobrachium poeti), kalanjengking gua dari Maros (Chaerilus sabinae), kepiting gua buta (Cancrocaeca xenomorpha), kepiting mata kecil (Sesarmoides emdi), isopoda gua (Cirolana marosina), Anthura munae, kumbang gua (Eustra saripaensis), Mateullius troglobiticus, Speonoterus bedosae, ekorpegas gua (Pseudosinella maros), Stenasellus covillae, S. stocki, S., dan S. Monodi dan S. javanicus dari Karst Cibinong.
Yang juga menjadi arti penting kawasan karst adalah ketersediaan air tanah yang sangat dibutuhkan oleh kawasan yang berada di bawahnya. Termasuk di dalamnya ketersediaan air tawar (dan bersih) bagi kehidupan manusia, baik untuk keperluan harian maupun untuk pertanian dan perkebunan.
Komunitas lokal pun telah memiliki sebuah sistem untuk melakukan pelestarian terhadap kawasan karst dan hidupan yang ada di dalamnya. Namun kemudian, telah banyak peneliti yang melakukan pengambilan spesimen dengan dalih untuk kepentingan pengetahuan. Selain juga, kelompok petualang yang melakukan “pengrusakan” terhadap kawasan karst demi kesenangan pribadi.
Proses pengrusakan yang lebih besar dilakukan oleh kepentingan industri. Langkanya semen kemudian dijadikan dallih untuk melegalkan upaya penambangan di kawasan ekosistem karst. Padahal, di Indonesia kawasan ini tak lebih dari 15,4 juta hektar dan 192 juta hektar lahan daratan negeri. Penggunaan bahan peledak untuk menghancurkan batuan pun, menambah proses kehancuran sistem yang ada di kawasan karst.
Masih begitu banyak keunikan yang dimiliki oleh ekosistem karst, yang menjadikan kawasan ini bernilai penting bagi kehidupan. Termasuk, di saat terjadi kekeringan, maka kawasan ini merupakan tempat diperolehnya tetesan air. Sungai-sungai bawah tanah masih akan terus mengaliri sungai permukaan, selama kawasan ini terjaga.
Karst, merupakan kawasan terakhir untuk berkehidupan. Kemampuan kawasan ini menyediakan kebutuhan udara, air dan sumber pakan, menjadi kelebihan kawasan ini. Pada fase awal peradaban pun, lebih banyak makhluk hidup yang menggantungkan hidupnya di kawasan karst. Karenanya, banyak ditemui lukisan di dinding gua, yang kemudian juga menjadi catatan atas sejarah kehidupan.
Perlindungan kawasan karst menjadi penting dan mendesak. Saat ini baru sebagian kecil kawasan karst di negeri ini yang memperoleh kehidupan. Sama halnya dengan kawasan ekosistem kerangas yang masih sangat terancam keberadaannya. Semakin banyak ekosistem unik dan langka di negeri ini yang tak mampu bertahan diantara relung keserakahan segelintir kelompok manusia.
Bukan lagi saatnya untuk memacu diri mengejar keping emas. Kehidupan tak akan pernah dapat berlanjut hanya dengan menggigit batubara, meminum minyak bumi dan menghirup gas alam. Segalanya dapat terus berlanjut hanya bila tersedia air, udara bersih dan makanan yang cukup. Dan pilihan ada pada diri manusia sebagai pemimpin di permukaan bumi. Bila kehidupan ingin semakin cepat menghilang, tetaplah menjadi makhluk yang serakah.
Bahan bacaan:
- Subterra – Indonesian Community for Karst, Cave dan Speleologi
- Biospeleologi
- Indonesian Cave Life
- Mayong
- Presiden SBY Canangkan Kawasan KARST
- Si Buta dari Gua Karst
- Sensus Biota Karst
- Gua dan Penghuninya
- Gunung Sewu
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2008. Karst: Kawasan Terakhir Untuk Berkehidupan. http://timpakul.web.id/karst-kawasan-terakhir-untuk-berkehidupan.html (dikutip tanggal 5 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
mengenai karst, sebetulnya apakah sebaran karst di indonesia sudah dipetakan ? dimana peta itu bisa diakses?
terima kasih
belum banyak yang memetakan karst di indonesia. ada beberapa pusat penelitian, terutama Java yang melakukannya, tapi belum untuk semua wilayah.
mas.. tulisannya bagus. saya co-pas di sini:
http://canoncrazy.multiply.com/photos/album/297
monggo komplain jika tidak berkenan.
sila untuk di-copas… asal nyebutin link sumbernya…. ^_^
Kawans, berhentilah berpikir tentang DEVISA yang perlu dihasilkan dari negeri ini. ada sebuah nilai kehidupan yang akan sangat panjang yang dibutuhkan oleh anak negeri ini. haruskah selalu berpikir tentang keping emas?
Berbicara karst dilihat dari kacamata sosial ekonomi masyarakat melawan politik ekonomi pendapatan negara maka kita disajikan oleh kemampuan masyarakat yang ekstraktif secara langsung pada areal karst. Berbicara hal ini maka akan tampak egosektoral yang tampak dalam menjadi “penyandang dana” dalam bantuan proyek luar negeri.
Dari pada mencari mana penting, maka alangkah baiknya kita berbicara:
PENTING DAN SIGNIFIKANKAH KARST UNTUK MENAMBAH DEVISA???
entah kapan manusia berhenti serakah.
tulisannya menambah wawasan, link2nya juga.