kartu kredit

Posted on: Monday, Nov 24, 2008

membayar dengan tunai lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan kartu kredit“, tulis Daniel Stone dalam Newsweek. kartu kredit terkadang dipandang sebagai satu alternatif untuk mengurangkan penggunaan kertas uang. namun ada sisi berbeda dari penggunaan kartu kredit. tetap saja kertas, mulai dari slip pembayaran, hingga kertas tagihan, menggunakan lembaran kertas yang tak sedikit.

belum termasuk ketika transaksi terjadi, maka energi listrik yang dipergunakan lebih besar dibandingkan dengan pembayaran tunai. plastik kartu kredit pun akan menjadi bagian dari tumpukan sampah yang hanya akan terdaur ulang ataupun tertumpuk di tempat pembuangan sampah.

kartu kredit juga membawa sebuah budaya konsumerisme. keinginan berbelanja semakin kuat, karena seolah tak terbatasnya keping emas yang dimiliki. tak terasa, begitu banyak barang-barang yang dibeli, yang pada akhirnya menjadi sampah, dan tersia-siakan. budaya konsumerisme ini pula yang menambah berat beban bumi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pada pengguna.

memilih untuk berbudaya ramah lingkungan, bukanlah dengan sebuah keping kartu kredit. namun lebih pada bagaimana mampu mengendalikan keinginan untuk memiliki ataupun menguasai sesuatu. bumi, rumah bersama bagi kehidupan. dan tak akan pernah cukup memenuhi kehidupan keserakahan di atasnya.

tak penting kartu kredit !

Topik

Arsip

jejaring blog

update by mail

ketik email anda:

Layanan FeedBurner


wajah

Campaign

Borneo2020 - Anti Generasi Suram Kalimantan   Lajur khusus Sepeda - bukan sepeda listrik  


Jejaring

rank blog indonesia Nature blogs & blog posts Page Rank
 



24
Unique
Visitors
Powered By Google Analytics

Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button