Kebun Buah

30 November 2011 | topik: celoteh | tagar: , , , oleh

Nov
30

Biasanya satu pohon rambutan ini bisa mendapat dua juta rupiah. Kalau cempedak bisa sampai empat juta rupiah.” ujar Pak Komari. Saat ini, rambutan sudah mulai memerah. Cempedak mungkin masih harus sabar menunggu. Durian, akan di panen di akhir bulan mendatang. Pak Komari seharusnya sudah bersantai sambil sesekali mengerjakan sawah. Tapi tahun ini, ia dan istrinya harus sering melihat ke kebun buah, karena beruk dan primata lainnya mulai rajin menyantap buah di kebun mereka.

Kalau mereka makan sih, saya nggak apa-apa. Mereka kadang mengambil buah-buah muda, dan mencampakkannya ke tanah karena tak enak.” ujar istri Pak Komari. Situasi seperti ini baru mereka hadapi tahun ini. Setelah buldozer dan alat berat lainnya meruntuhkan bukit-bukit beserta pepohonan, dan menggali tanah untuk mengambil batubara, tak jauh dari rumah mereka. Kawasan berpepohonan yang tersisa, di sekitar rumah dan sawah mereka, hanya sedikit. Perusahaan tambang batubara itu sudah menghancurkan setidaknya empat kawasan mata air.

Pak Komari menyebutkan setidaknya pepohonan buah merupakan harapan terakhir mereka. Sawah yang biasanya menghasilkan hingga 9 ton setiap hektarnya, kini tak lagi menghasilkan. Air yang diharap tak kunjung ada. Hanya limbah air batubara yang sesekali membanjiri sawah mereka. Dan ketika hujan semakin deras, sawah mereka tersapu lumpur.

Apa artinya program penghijauan Indonesia itu. Radiogram untuk menanam itu tak berarti apa-apa bagi kami. lebih dari 40 hektar pohon yang kami tanam 7 tahun lalu, sudah ditumbangkan oleh tambang.” ujar Pak Niti. Kampung ini sudah benar-benar dihancurkan oleh tambang batubara. Rasanya, tak pernah ada baiknya perusahaan batubara. Hanya penderitaan yang mereka tinggalkan.

Lain lagi yang dirasakan oleh Pak Bahar. Kolam ikan yang dibangun di atas lahan 6 hektar, dengan modal tak kurang dari 200 juta rupiah, harus musnah, saat banjir dari aliran lumpur pertambangan menyapu kolam-kolamnya. “Biasanya bisa dapat 20 juta rupiah setiap kolam pada tiga bulan sekali. Itu penghasilan bersih.” ujar Pak Bahar. Kini hanya tiga kolam yang coba diaktifkan kembali. Walaupun Pak Bahar tak lagi bisa berharap bisa memperoleh air yang berkualitas baik, untuk kolam-kolam ikannya.

Pertanian dan batubara, sebuah kondisi kontras negeri ini. Satu sisi batubara dihabiskan, tanpa pernah memikirkan cadangan bagi generasi mendatang. Kehancuran ekologi kawasan pun telah berlangsung terus-menerus. Hingga lahan-lahan pertanian dan perikanan harus musnah dan tak lagi memberikan kehidupan bagi warga. “Sepertinya, Pemerintah sudah berpihak pada pengusaha. Tidak ada keberpihakannya sama petani.” lanjut Pak Bahar.

Terong yang digigit beruk

Terong yang digigit beruk

Rambutan

Rambutan Memerah

Rambutan belum memerah, tapi tetap enak

Rambutan belum memerah, tapi tetap enak

Kelapa Hijau

Kelapa Hijau

Pisang

Pisang tak sengaja dipanen

Sirsak

Sirsak atau sering disebut Nangka Belanda



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2011. Kebun Buah. http://timpakul.web.id/kebun-buah.html (dikutip tanggal 19 May 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

5 ikung mahalabiu gasan “Kebun Buah”

Show / Hide Comments
  1. sebaiknya sih pemerintah bisa adil dan rata untuk bisa mau peduli kepada petani dan justru petani lah yang sangat mempengaruhi dunia ‘keperutan’ kita. kalo petani pada ngambek ga nyangkul lagi makan makan apa kita? makan produk luar negeri yang banyak mengandung obat? iiuuwww, lu aja sono

  2. msdienz says:

    mungkin otak ‘mereka’ sudah dimakan ‘zombie’
    jadi udah ga peduli sama apapun selain uang…

  3. joni says:

    bikin liur menetes aja hehe. Ini ada info yang mungkin bisa membantu berkebun
    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2105157
    Sekarang ini bukan tambang saja yang merusak alam, tapi pesawat penyemprot chemtrail yang banyak mondar-mandir diatas kota2 negara kita

  4. beruk thu aphe!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Bekomen yukz