kecerdasan sepatu

“sepatu harus hitam semua, tak boleh berwarna lain” ujar kepala sekolah,

sepatu, kaos kaki, baju seragam, topi dan dasi. perlengkapan yang tak boleh berwarna-warni. harus sesuai dengan apa yang diperintahkan. sebuah budaya kolonial yang masih dipertahankan hingga saat ini. rambut pun tak boleh gondrong, “itu gambaran anak nakal“.

adakah hubungan antara kecerdasan dengan atribut yang digunakan? sangat jauh. dengan warna yang monoton, justru menimbulkan dis-kreativitas. tanpa warna, kreativitas dan inovasi tak pernah berkembang. kecerdasan baru pun enggan terbentuk.

biaya di luar biaya formal pendidikan mencapai lebih dari 60%” ujar seorang pengamat pendidikan. semakin banyak biaya yang dikeluarkan, maka semakin sedikit yang berkesempatan untuk belajar dan memperkaya pengetahuan. ilmu sudah semakin mahal. hanya bagi mereka yang dikayakan.

cara pembelajaran hari ini lebih cenderung mengutamakan penampilan. pengembangan alam pikir masih belum pernah disentuhkan. hingga wajar saja, bila kemudian generasi yang dilahirkan adalah robot-robot intelektual. dan pegawai negeri ataupun bekerja di perkotaan menjadi pilihan utama.

penemuan-penemuan terbaru pun masih jarang ditemui. kelas-kelas les ataupun kursus selalu dipenuhi oleh pelajar. semua berlomba mengejar nilai di kertas, tak lagi mengejar nilai di jiwa. perlahan namun pasti, hilangnya generasi akan terjadi. tak hanya karena hancurnya kondisi lingkungan hidup, meningkatnya pencemaran, dan dipenuhinya makanan dengan pestisida, namun juga akibat dibelenggunya akal dalam membangun kecerdasannya.

pada kecerdasan sepatu !


Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam Protection by WP-SpamFree


Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button