“kita dorong saja agar industri pulp dan kertas bisa menjadi sustainable dan ramah lingkungan” ujar seorang pekerja NGO AS dalam sebuah pertemuan.
apakah mungkin industri pulp dan kertas menjadi ramah lingkungan dan bisa berkelanjutan? pertanyaan ini menjadi sulit dijawab bila tinggal di negeri ini. kapasitas produksi pulp dan kertas hari ini, masih harus ditopang oleh 70% bahan baku kayu dari kayu hutan alam. hanya 30% yang berasal dari hutan tanaman. artinya kemudian, masih butuh waktu yang lebih panjang untuk memperoleh bahan baku yang berkelanjutan dan masih membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk mampu membangun rotasi bahan bakunya.
belum lagi mesin-mesin pemproduksi pulp dan kertas yang merupakan mesin “sampah” yang tak lagi digunakan di negara utara. mesin-mesin yang sudah tak layak secara lingkungan, dan menggunakan proses kraft dan bleaching yang menggunakan chemical.
pilihan sulit untuk menghasilkan kertas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. pilihannya adalah menggunakan energi, dengan laptop, dan minim kertas.
pada kertas yang tak putih !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2009. kertas berkelanjutan. http://timpakul.web.id/kertas-berkelanjutan.html (dikutip tanggal 8 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
apa mungkin ya, besok jadi semua digital, pake nya ebook gitu? N nulis2 juga di komputer.
blog yang sangat informatif.
salam kenal.
mohon infokan pelaksanaan Aruh Blogger KalSel (http://aruhblogger.com) dan silakan daftar gratis di sana pada Gathering Blogger, terima kasih.
salam
chandra
085251534313/081952954056/7718383