timpakul mahalabiu

menjadi minoritas itu pilihan !

kok trembesi ?

Celoteh pada 13 January 2010 dalam topik celoteh [ Print This Post ] - 566 views    

Pohon Trembesi berasal dari Amerika. Namun saat ini telah tersebar di seluruh daerah tropis di dunia. Di Istana Negara, terdapat 2 pohon Trembesi yang ditanam oleh mantan Presiden Soekarno. [ Kurangi Pemanasan Global, Sejuta Biji Trembesi 'Disebar' dari Istana ]

trembesi menjadi sebuah maskot baru dalam gerakan menanam. satu juta biji ditebar. kerindangan, daya serap untuk air tanah, hingga penyerapan karbondioksida menjadi sebuah alasan dipilihnya jenis pohon ini. entah, apakah ada alasan lain terkait dengan dipilihnya jenis ini.

memilih jenis pepohonan untuk ditanam, tak hanya tergatung dari titah pemimpin. masih harus dilihat bagaimana kesesuaian lahan, hingga kemampuan memelihara jenis pohon yang akan ditanam. bukan tak mungkin, pada suatu waktu, trembesi akan menjadi sebuah permasalahan baru, sama halnya ketika akasia dan eucalyptus yang telah menjadi hama saat ini.

masih terlalu banyak jenis pepohonan lokal, termasuk buah-buahan, yang telah terancam punah di negeri ini. tidak adanya kepedulian pemimpin terhadap jenis-jenis pohon lokal, menjadi sebuah ancaman tersendiri bagi kepunahan spesies. lihat saja ibukota negara yang sebagian besar wilayahnya diambil dari nama pepohonan. namun semakin sulit menemukan pepohonan tersebut di jakarta. mulai dari kemang hingga menteng, ataupun kesemek hingga kecapi.

sementara di wilayah negeri, jenis-jenis buah-buahan yang asem dan tak begitu nyaman, juga semakin sulit ditemui. akibat pembukaan lahan skala luas untuk pertambangan, perkebunan sawit dan kayu skala luas, hingga industri pertambakan, telah menjadikan pepohonan lokal semakin terpinggirkan. pun ketika ada tumbuh satu batang, kemudian pemerintah menebangnya, karena dianggap mengganggu keindahan.

jauh lebih penting bila gerakan memelihara pepohonan diarahkan pada jenis-jenis penopang kebutuhan pangan, obat-obatan, sandang dan papan. hingga masa depan negeri ini semakin jelas arahnya, untuk membangun kemandirian lokal dan melepaskan ketergantungan dari asing. negeri ini sudah cukup menderita dengan jargon-jargon pemimpin yang penuh kepalsuan dan tak pernah bersandar pada fakta negeri.

trembesi, bisa jadi sebuah hal yang baik. namun karena merupakan spesies invasi, maka bisa jadi akan melahirkan masalah baru. saatnya mulai mengelola aset-aset alam negeri ini dengan lebih baik. bukan semata dari sebuah slogan, namun lebih pada sebuah kebijakan, sistem kelembagaan dan dukungan pendanaan publik, yang lebih berpihak pada keberlanjutan produktifitas warga, keselamatan rakyat, dan keberlanjutan layanan ekologis.

pada trembesi di depan istana negara !

Blogmark: Technorati  |  Feedster |  Bloglines  |  Lintas Berita  |  Del.icio.us  |  Digg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Ade Fadli lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.
Kirim email gasan bamamay

Saikung bamamay »

  1. lebih keren lagi klo ‘indo’ daripada yg murni asing, lebih gmana githu…

    [Reply]

Bamamay disini

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes