aku komunis, memang kenapa?

Posted on: Saturday, Dec 6, 2003

Baru saja aku melalui sebuah papan bertuliskan ?Posko Gerakan Anti Komunis?. Ini bukan pertama kalinya aku menyaksikan sebuah harmonisasi kehidupan Indonesia saat ini. Sangat cepat sekali aku harus menyatakan aku membenci dia karena dia tak sepaham dengan aku.

Mungkin belum terlalu lama juga berlalu ketika buku-buku yang katanya beraliran kiri di?jarah? dan dibakar dari tempat-tempat penjualan buku. Juga ketika kalangan mahasiswa yang membentuk perlawanan terhadap gambar che Guevara. Atau ketika jamaah Islamiyah yang dicap oleh negara utara sebagai teroris, maka sontak membuat banyak orang menyatakan membenci mereka.

Terkadang banyak hal yang sudah tidak bisa lagi dimasukkan ke dalam aras pemikiran sehat. Semua akhirnya bermuara pada bilangan aku suka dan aku benci. Masih sangatlah jauh untuk melihat yang berada pada kisaran aku suka dan aku tak benci. Kaidah nilai sesungguhnya telah dihilangkan dalam sebuah perjalanan napas kehidupan. Berada dalam sebuah kefatamorganaan, dan juga dalam sebuah permukaan keping mata uang.

Ironis juga ketika menyaksikan deretan buku bertuliskan perdamaian, silaturrahmi, persaudaraan, kesetaraan, hingga juga begitu banyaknya audio dan video yang menyuarakan kebersamaan. Hilir mudik pergerakan manusia telah menghilangkan sebuah nilai nurani dan jiwa yang menjadi ruang yang seharusnya. Kontak sosial telah menjadikan manusia berada dalam kamar yang bersekat, serta tanpa pintu dan jendela.

Tak ada yang salah dalam perputaran bola dunia. Tak ada yang berbeda dalam kecepatan aliran air di permukaan bumi. Tak ada yang berubah dalam wujud angin yang menerpa pepohonan. Semua belum berubah. Hanya nurani dan jiwa manusia yang berubah. Hanya itu.

Agama yang katanya sebuah pondasi bagi jiwa, ternyata hanya menjadi hiasan aura batin. Ideologi yang katanya sebuah pijakan keinginan, ternyata hanya menjadi tongkat pembunuh. Telah tercangkok dalam akal pikiran sebuah nilai bahwa aku boleh bertahan hidup, sedang dirimu tak boleh. Telah tertanam dalam hati sebuah nilai bahwa hanya akulah yang tak memiliki larangan, sedang dirimu harus dalam genggamanku.

Kadang yang terlintas hanyalah bagaimana aku bisa memanfaatkan dirimu agar aku bisa berada terus dipermukaan aliran sungai walau aku tak mampu untuk berenang. Kadang yang menggantung hanyalah bagaimana aku bisa menguras hakmu agar aku bisa terpuaskan nafsuku. Kadang yang terjadi hanyalah bagaimana aku bisa hidup tidak dengan dirimu, karena aku tidak pernah merasa dirimu berguna bagiku.

Derai air mata, curahan keringat, tetesan darah segar bukanlah sebuah halangan bagi pergulatan kehidupan. Ketika agama dan ideologi menjadi tameng, semuanya hanya akan menjadi musik penghibur. Ketika agama dan ideologi hanya kemunafikan, semuanya hanya akan menjadi tarian erotisme.

Mungkin ini harus tetap terjadi, hingga semua telah bosan untuk saling berkata benci. Mungkin ini harus tetap terjadi, hingga semua telah lelah untuk saling berkata perang. Mungkin ini harus tetap terjadi, hingga semua telah kehabisan keringat, air mata dan darah.

Kalau aku memang komunis, memangnya kenapa? Apakah aku tak boleh untuk menikmati ruang hidup yang telah diberikan oleh yang memberiku aliran ruh kehidupan? Apakah dunia ini bukan sebuah tempat bagi aku yang telah memilih diriku sebagai komunis? Apa yang salah dengan komunis, selain ia telah divonis bersalah oleh manusia yang sebenarnya tidak punya hak untuk memberikan vonis.

[ timpakul :: tpu.031206.1851 ]

Topik

Arsip

jejaring blog

update by mail

ketik email anda:

Layanan FeedBurner


wajah

Campaign

Borneo2020 - Anti Generasi Suram Kalimantan   Lajur khusus Sepeda - bukan sepeda listrik  


Jejaring

rank blog indonesia Nature blogs & blog posts Page Rank
 



60
Unique
Visitors
Powered By Google Analytics


Avatar

etik

May 16th, 2006 at 4:10 pm
Permalink this comment

1

kalau saya membaca tulisan-tulisan orang komunis yang hidup di zaman kapitalis sedang berkuasa dengan arogan, sungguh saya sangat kagum dengan rasa kemanusiaan mereka, termasuk anda. namun, ada yang sungguh saya sangat benci dari komunis. dan sungguh kebencian saya tidak semata-mata karena saya benci, dan sungguh saya pun sangat sadar bahwa manusia tidak berhak memberi vonis. kebencian saya terhadap komunis adalah atas dasar bahwa komunis oleh Allah swt orang-orang yang mendholimi diri sendiri. secara manusiawi, saya sangat kagum dengan kemanusiaan anda. tapi siapakah yang mengalirkan ruh (nyawa) dalam hidup anda?

[Reply]

Avatar

Paijo

February 22nd, 2007 at 10:24 am
Permalink this comment

2

Komunis maupun kapitalis adalah idiologi yang sama sama gagal. Mungkin karena keduanya merupakan dua kutub ekstrem. Komunis terlau menekankan pemerataan dan cenderung mengabaikan pertumbuhan. Motivasi individu untuk maju jadi kurang kuat dan cenderung menjadi minimalis. Sedangkan kapitalis, terlalu menekankan pertumbuhan dan cenderung mengabaikan pemerataan. Masyarakat cenderung individualis dan berlaku mekanisme pasar yang bisa lebih kejam dari hukum rimba. Menurut pendapat saya, justru sosialis yang mungkin akan berhasil. Tapi kalau pemerintahanya korup, sistim apapun tidak akan berhasil. Sistim ekonomi Perancis dan Jerman lebih dekat ke sosialis dan terbukti pertumbuhan maupun pemerataan ekonominya bagus. Terimakasih dan salam eksperimen untuk semua.

[Reply]

Avatar

chipink

July 1st, 2008 at 9:35 pm
Permalink this comment

3

ups, ada yang bilang komunis tak bertuhan?
tau haji misbach? si haji yg komunis, rajin shalat dan pejuang yang ga pernah didengungkan?
R.A. Kartini bacaannya karl marx, mlah pernah menunjukkan jari terhadap agama. tapi cek agamanya?beragama!
cek latar belakang dan cerita setelahundang-undang pokok agraria no 57.
si marx dan Engel ga pernah nuding Tuhan, tapi agama formal..
oia, aku bukan komunis, ntar ditangkep lagi. cuma pernah baca..
ideologi pancasila secara teori sudah sempurna, nah sistem dan aplikasinya lagi yg emang gitu deh. ayo dmana lagi, bisa cari ideologi religius, sosialis, nasionalis dan universal?ya cm di pancasila (baca lagi pancasila). tapi aku bukan anggota ormas dengan atribut begituan, ntar loe apatis lg ma gua.
mo komunis, agamis, moralis,pancasilais, kartunis, mirasis, nasionalis sama aja. klo mental korup ya korup aja. ya ga pak haji?

[Reply]

Avatar

rabechus

August 17th, 2008 at 11:10 pm
Permalink this comment

4

kiblat seperti USA sebagai doktrinnya ! karena mereka nggak punya lahan ! mereka bunuh indian untuk menguasainya !, karena mereka adalah orang2 sakit dan alergi dengan sistim heritage , sosial dan komunis . nah kalau cara USA yang dianut sebagai agamanya karena sebagian bangsa ini telah terkontaminasi dengan mereka .sakit juga karena dan sebab bumi ini hak nusantara .

[Reply]

Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button