konservasi kopi

15 March 2007 | topik: celoteh | oleh

Mar
15

Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan hutan lindung di Provinsi Lampung ternyata memberi kontribusi cukup besar bagi produksi kopi robusta nasional. [okezone]

Tak ada yang salah bagi penikmat kopi, saat mengetahui kopinya berasal dari kawasan konservasi dan hutan lindung. Tak ada yang salah juga terhadap petani kopi, walau selalu di-label-ing sebagai perambah. Kopi (Coffea sp) secara karakteristik tanaman akan mampu menjalankan fungsi ekologis sebuah kawasan. Akar yang mampu membuka rongga tanah dan meneruskan air agar tersimpan di dalam lapisan tanah, hingga menahan laju erosi yang terjadi. Berikutnya fungsi tanaman kopi juga mampu menangkap emisi karbon yang beredar di udara. Inilah sebenarnya bentuk kolaborasi manusia dengan alamnya. Fungsi ekonomi dan ekologi berjalan bersamaan. Manfaat lain ketika petani kopi melakukan penanaman berkelanjutan, maka akan lebih ringan kerja-kerja negara dalam menjaga keutuhan kawasannya. Bila saja pilihan negara melakukan penggusuran petani kopi, maka ini adalah jalan sesat menuju penghancuran negeri.

tak penting konservasi kopi !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2007. konservasi kopi. http://timpakul.web.id/konservasi-kopi.html (dikutip tanggal 19 May 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

5 ikung mahalabiu gasan “konservasi kopi”

Show / Hide Comments
  1. Mas Win says:

    Menurut saya, kopi dan tanaman lainnya, sebaiknya ditanam di lahan yang memang diperuntukkan sebagai ladang. Walau mungkin dampak ekologisnya cukup baik, pelaksanaannya yang kurang tertib akan berdampak buruk di sisi lain. Misalnya akan ada perambahan untuk tanaman lain. Tentunya kita ingin hutan kita tetap lestari, dan proporsi lahan tetap seimbang.
    Saya pun penikmat kopi, dan berharap kopi Indonesia akan berjaya di penjuru bumi.

  2. timpakul says:

    he..he..he..
    pendatang dan bukan pendatang juga menjadi sebuah diskusi yang penting dalam pengelolaan sebuah kawasan. ada kelompok pendatang yang lebih berbahaya lagi, karena dia berlabelkan lembaga konservasi internasional.. yang juga memiliki agenda yang tersembunyi dari sebuah tangan yang tak terlihat… :-)

  3. yanto says:

    bukan kopinya bermasalah kawan, tapi anda tahu nggak masyarakat yang ada itu dikawasan Taman Nasional.
    kalau saja dibiarkan akan semakin banyak aktifitas perambahan dan sangat mengganggu kelestarian hutan.
    meraka bukan penduduk setempat tetapi pendatang yang kebanyakan mereka tinggal di luar kawasan dengan kehidupan yang berkecukupan.karena banyak tetangga saya yang kaya dengan menjadi perambahan dan menanam kopi di dalam kawasan.

  4. marhapik says:

    enviro hero

  5. uwein says:

    ya..setuju!
    Kopi harus tetap hidup. Petani kopi jangan “digusur”.
    salam dari http://www.kopigayo.blogspot.com

Bekomen yukz