Kunanti Kau di Stasiun Kereta #Smr2033

Kunanti kau di stasiun Kereta“, ujar anak muda Samarinda. Inilah gambaran wajah Kota Samarinda di tahun 2033. Kereta api sudah berlalu lalang dari Bandar Udara Sungai Siring, melintasi Sungai Mahakam menuju ke Loa Bakung. Tak ada lagi jalanan yang berliku dan penuh gelombang yang dilalui. Hanya suara kereta api itu yang berdenging di telinga.

Jalur rel Kereta Api di Samarinda tahun 2033

Warna merah adalah jalur rel Kereta Api di Samarinda tahun 2033 dan warna jingga adalah jalur freeway (Peta Draft RTRW Kota Samarinda 2013-2033)

Pada waktunya, tak lagi aneh untuk bilang, “Kita ketemuan di stasiun Airport aja” atau juga berujar, “Nanti dijemput di Stasiun Sempaja Utara ya“. Kereta api itu pasti akan menjadi trend. Tapi pastinya, bisa jadi kereta api itu akan tetap menggunakan kereta api batubara, atau bahkan kereta api arang, disaat kereta api di luar negeri sudah melaju dengan kecepatan sangat tinggi.

Kereta api di Samarinda bakal melintasi Sungai Siring, dan berpisah di Tanah Merah. Satu jalur melalui Lempake, terus menyisiri Selili hingga menyeberang Mahakam menuju Simpang Tiga, lalu satu jalur menyisir Palaran, Jembatan Mahakam hingga ke Tani Aman. Dan satu jalur lagi menuju Sempaja Utara, hingga ke Loa Bakung dan Loa Buah.

Sebuah mimpi yang indah tentunya, bagi warga-warga yang selama ini berada di lingkar luar kota. Walaupun kemudian, sistem transportasi menuju pusat kota masih menggunakan angkot ataupun bisa jadi bus TransSamarinda, dimana akan ada terminal-terminal bus ber-AC dan ber-internet. Belum ada sebuah gambaran yang utuh tentang bagaimana transportasi publik dibangun di tengah kota. Tak ada gagasan tentang trem, sebagai moda transportasi massal yang lebih ramah emisi, untuk wilayah perkotaan, ataupun bus kota, semodel TransJakarta, yang tergambar dalam draft Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda tahun 2013-2033.

Jalinan transportasi yang dibangun di Samarinda harusnya lebih ramah terhadap warganya. Ada moda transportasi untuk lingkungan, moda transportasi untuk wilayah dalam kota, moda transportasi untuk wilayah satelit kota, dan moda transportasi antar kota dan antar pulau. Kelengkapan sistem transportasi ini menjadi bagian yang penting bagi warga, dan warga harus diberi ruang untuk memberikan gagasannya.

Apalagi generasi muda Samarinda serta para Anak Baru Gede (ABG) Samarinda, yang saat ini masih menyukai alat transportasi beroda dua bermesin. Dikarenakan untuk saat ini, untuk memiliki sebuah kendaraan sepeda bermotor itu tak membutuhkan uang banyak dan proses yang rumit. Yang kemudian juga, bila telah mengendarai kendaraan roda dua dengan beragam warna, suara dan aksesorisnya, tentunya jomblo akan semakin menjauh. Paling tidak, akan ada sebuah pertemanan diantaranya.

Saat ini, @atcs_samarinda sudah semakin kerap melaporkan jalan padat dan menjelang macet pada beberapa titik. Dua atau tiga tahun ke depan, bisa jadi kendaraan akan memenuhi jalan-jalan utama kota ini. Dan akhirnya, berjalan kaki menjadi pilihan, bilamana transportasi publik massal belum disiapkan oleh Pemerintah Kota.

Kereta api bisa jadi sebuah pilihan. Apalagi bila terhubung ke kota-kota lainnya. Lalu kemudian ini akan mengurangi beban freeway. Hanya untuk kebutuhan tertentu maka jalur transportasi kendaraan bermotor digunakan, selebihnya diharapkan sudah memanfaatkan transportasi publik massal. Dan tentunya, ini akan semakin menguatkan distribusi barang-jasa antar kota, dan juga akan lebih menghemat waktu bagi warga yang suka melintasi kota.

Samarinda 2033 adalah kota yang ramah bagi warganya. Entah siapa yang akan menjadi pemimpin kotanya saat itu. Atau bisa jadi sudah tak ada lagi kota ini. Ataupun bisa jadi moda transportasi telah berubah menjadi moda transportasi air. Namun inilah sebuah mimpi. Samarinda di tahun 2033 adalah kota bagi semua. Bukan lagi kota yang hanya dinikmati oleh mereka yang haus akan kekayaan alamnya.

 



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2013. Kunanti Kau di Stasiun Kereta #Smr2033. http://timpakul.web.id/kunanti-kau-di-stasiun-kereta-smr2033.html (dikutip tanggal 21 September 2014)



-- timpakul.web.id - @timpakul



2 thoughts on “Kunanti Kau di Stasiun Kereta #Smr2033

  1. menuju kota Samarinda yang lebih baik. nyaman didangar. mudah2an bisa realisasi. kangen Samarinda bersih dan rapi lalulintas

Beri komentar