Langsat Air Putih

26 December 2011 | topik: celoteh | tagar: , , oleh

Dec
26

Kalau orang Samarinda, belum kenal dengan langsat air putih, maka ke-Samarinda-annya masih dipertanyakan. Kampung Bukit Pinang, dikenal sebagai pusatnya langsat air putih. Langsat air putih bisa disetarakan dengan Dukuh Palembang. Sayangnya, Langsat Air Putih sudah mulai berkurang pepohonannya. Gang Tawar merupakan satu tempat yang masih menyisakan pepohonan langsat.

Langsat Air Putih

Langsat Air Putih

Langsat Air Putih

Langsat Air Putih

“Sekarang sebagian sudah digusur oleh tambang. Di belakang gunung itu, sudah areal tambang.” ujar seorang penjual buah di Bukit Pinang. “Kalau dulu, durian juga banyak disini, tapi sekarang sudah tak banyak lagi.” Tambang memang luar biasa. Menghilangkan varietas langsat lokal. Dan menghilangkan identitas Air Putih, dan identitas Samarinda. Apalagi yang bisa mengenalkan Samarinda pada wilayah lain? Bila kemudian produk-produk lokal mulai digerus oleh industrialisasi.

Mata Kucing / Ihau

Mata Kucing / Ihau

Ihau atau lebih dikenal sebagai mata kucing, juga merupakan buah lokal yang dihasilkan oleh kampung di lingkar Samarinda. Juga, Air Putih menghasilkan Durian, Karantungan dan beragam buah lainnya. Tidak ada perlindungan Pemerintah terhadap lahan-lahan perkebunan buah di kota Samarinda. Selain di Air Putih, kawasan Berambai hingga Benanga, merupakan hamparan kebun buah. Bila Pemerintah serius dengan urusan kedaulatan pangan dan perekonomian rakyat, harusnya Pemerintah memberikan perlindungan terhadap kebun-kebun buah warga. “Kalau uang dari batubara itu panas Pak. Sebentar saja habis.” ujar bapak penjual buah di Bukit Pinang.

Pohon Durian Terakhir

Pohon Durian Terakhir



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2011. Langsat Air Putih. http://timpakul.web.id/langsat-air-putih.html (dikutip tanggal 19 May 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz