lilin dan lampion kecilku

17 June 2003 | khayal oleh

Jun
17

kelam… hitam… senyap…
tak ada arah… tak ada jalan… tak ada mata hati…
bayang itu tetap semu
kata itu tetap bisu

menapaki sebuah kehampaan
berjalan diantara kepalsuan
berlari mengejar ketidakpastian

asa hanya tinggal asa
cita hanya tinggal cita
mimpi hanya tinggal mimpi
angan pun tak jua tergapai

nafas bukan lagi bagian hidup
ruh hanya penghias diri

mata hati sudah buta
telinga jiwa tlah tertulikan
lidah semakin kelu

tanpa arti
tanpa makna
tanpa apa-apa

kelam… hitam… senyap…
haruskah menghalang?
asa… cita… mimpi… angan…
haruskan membatu?

sebuah cahaya lilin redup
diujung pembaringan
haruskah hanya kesemuan?

akankah ada sesosok lampion kecil
yang menerangi arah menuju
yang membawa pada kepastian
yang tunjukkan kemana jalan pulang

lilin dan lampion kecil
sangatlah dekat dalam jiwa dan hati
namun ia tetap tak tergapai
entah kapan lilin menjadi penerang
entah kapan lampion kecil menjadi mata hati

nunukan, 17 juni 2003



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2003. lilin dan lampion kecilku. http://timpakul.web.id/lilin.html (dikutip tanggal 9 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz