Lima Belas Januari

15 January 2012 | topik: celoteh | tagar: , oleh

Jan
15

Terlalu banyak catatan tentang 15 Januari. Mulai dari peristiwa Malari, hingga lantunan syair. Malari dapat dilihat setidaknya dalam dua hal, gerakan mahasiswa dan penolakan terhadap investasi asing.

Gerakan mahasiswa memang bukan hanya satu kali di tahun 1974 tersebut. Terjadi berulang, hingga tahun 1996-1998, yang berujung pada era yang disebut era reformasi. Ada pahlawan reformasi. Ada harapan perubahan yang hingga saat ini belum berujud. Mahasiswa, merupakan gelombang perlawanan. Tanpa mahasiswa, tak terjadi titik fase baru dalam bangsa ini.

Mahasiswa memang mengenal pasang surut. Ada kalanya banyak yang bergerak, ada kalanya menjadi sunyi. Pun ketika rakyat sudah kembali turun ke pusat kekuasaan, mahasiswa masih sibuk berkutat dengan ujian semester.

Mahasiswa punya pilihan, meluangkan waktu bersama rakyat, atau menyibukkan diri dengan kampus dan berharap bisanlulus dengan cepat. Lalu kemudian, bergelar sarjana dan sibuk mencari.kerja. Tak lagi ada kreatifitas, karena sistem perkuliahan hari ini, menyempurnakan sistem pendidikan, telah mematikan kreatifitas dan keberanian kritis.

Penolakan terhadap modal asing bukanlah barang baru. Konstitusi negeri ini sangat ketat terhadap keberadaan modal asing. Kontrol terhadap cabang produksi yang penting berada di tangan negara, dalam hal ini BUMN. Tak ada perusahan yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak yang dikendalikan oleh asing, termasuk untuk telekomunikasi. Namun kenyataannya, hingga urusan obat-obatan pun negeri ini dikuasai oleh asing.

Tak ada lagi kehidupan negeri ini yang lepas dari cengkeraman modal asing. Semua telah dijual untuk sempurna. Rakyat kembali dijajah di tanah dan airnya yang dicinta. Negeri ini hanya menjadi sumber bahan baku dan pasar bagi industri dunia. Kemerdekaan itu telah sirna, apalagi kemudian para mahasiswa sedabg galau dengan status jomblonya.

Haruskah negeri ini mengakhiri peradabannya? Haruskah warga negeri ini menjadi tiada? Indonesia milik kita. Tanah dan airnya bagi rakyatnya. Namun, kapan kemerdekaan sejati itu ada? Entahlah.



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2012. Lima Belas Januari. http://timpakul.web.id/lima-belas-januari.html (dikutip tanggal 19 May 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Saikung mahalabiu gasan “Lima Belas Januari”

Show / Hide Comments
  1. krishany says:

    Sebuah Dilemaa… :)

Bekomen yukz