lama tak terdengar istilah “lintah darat” dalam keseharian. hanya dalam beberapa buku pembelajaran sekolah saja istilah ini masih sering terdengar. menariknya saat ini, lintah darat telah difasilitasi secara mutlak oleh sistem ekonomi yang sedang berjalan di negeri ini.
lintah darat, bukanlah kerabat dari buaya darat. walau kedua makhluk darat ini, sama-sama dipandang menyakitkan. lintah, yang memang hidup di daratan yang agak berair dan/atau lembab, sering kali hanya ditemui pada kondisi tertentu. hingga, kerabatnya, pacet, sering dijadikan indikator iklim mikro sebuah ekosistem yang telah membaik.
konsumerisme benar-benar dimanjakan di negeri ini. mulai dari kendaraan bermotor hingga telepon seluler. bahkan saat ini, tak aneh bisa menyaksikan setiap siswa memiliki komputer jinjing. sebuah arah pada kemajuan penguasaan teknologi. namun di balik itu, perangkap lintah darat telah ditebar hingga ke pelosok kampung.
perusahaan pembiayaan dengan bunga mencekik, memperoleh perlindungan oleh pemerintah, untuk terus-menerus menguasai sistem ekonomi negeri ini. sistem perbankan yang lebih memfasilitasi kepentingan kelompok pemodal dengkul, pun telah mencengkeramkan cakarnya melalui tangan-tangan tak terlihatnya. perusahaan pembiayaan, yang tadinya hanya memfasilitasi kendaraan bermotor, kini sudah merambah beragam benda elektronik.
hingga hampir seluruh barang elektronik bukanlah lagi merupakan barang mahal. karena akan dapat ditemui dimanapun, termasuk di tempat yang tak teraliri oleh energi listrik publik sekalipun. kemanjaan teknologi telah melahirkan sebuah pemantapan sistem ekonomi penjajahan.
tak sadar mungkin. bahwa negeri ini masih menganut sistem ekonomi kerakyatan berbasiskan kekeluargaan. namun sistem ekonomi yang berjalan malah semakin menguatkan sistem ekonomi penghisapan. menghabiskan energi untuk mematikan kehidupan dan kesejahteraan, hingga kemudian akan terjadi kolaps kehidupan dan kembali menyerahkan aset-aset alam dan aset kehidupan kepada penjajah.
pada lintah darat !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2010. lintah darat. http://timpakul.web.id/lintah-darat.html (dikutip tanggal 5 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul