lokal dan un-lokal

17 September 2009 | explore oleh

Sep
17

dulu mereka tak mau belajar internet, sekarang mereka pada pakai FB dan nge-twit” ujar seorang kawan.

fenomena jejaring sosial semakin menggila. kemudahan yang ditawarkan, ditambah dengan sedikit asupan gaya hidup, menjadikan situs jejaring sosial menggurita. mulai dari FB dan twitter menjadi idola. bahkan dalam iklan telepon seluler pun, aplikasi ini sepertinya sudah menjadi keharusan. mereka mulai jarang mengunjungi friendster, multiply, myspace, ataupun plurk.

Sudah saatnya bergabung dalam komunitas jejaringan sosial seperti kombes.com dapat bertemu dengan teman se-indonesia. Dengan berbagai macam aplikasi untuk berintekrasi secara online seperti : chat room, im chat, forum, sharing video/audio, social bookmarking dll. Ayo kita ramaikan FacebookNya Indonesia. [kombes.com]

fenomena lain adalah kelahiran laman jejaring sosial dengan rasa lokal. mulai dari sekedar kenalan atau koprol, hingga menjadi kombes (baca: bukan komisaris besar). rasa lokal yang ditawarkan terkadang masih harus mengekor pada kesuksesan laman jejaring sosial yang telah lahir sebelumnya. berlomba-lomba meraih pertemanan dalam sebuah laman. walau masih selalu ada kekurangan dalam pengembangannya, misal untuk pengguna telepon seluler ataupun untuk sekedar mengetahui status terbaru melalui layanan pesan singkat.

fenomena web 2.0 telah mengarahkan pada terbangunnya sosial-maya. hubungan komunikasi dilalui pada sebuah aliran elektronik. tak lagi bertemu di dunia nyata. bahkan telah ada beberapa permainan yang menjadikan kehidupan kedua. masih perlu ditunggu kehadiran web 3.0, dimana interaksi benar-benar telah menjadi nyata. dengan pertautan yang lebih menyerupai kehidupan alam.

pada lokal dan un-lokal !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2009. lokal dan un-lokal. http://timpakul.web.id/lokal-dan-un-lokal.html (dikutip tanggal 5 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

2 ikung mahalabiu gasan “lokal dan un-lokal”

Show / Hide Comments
  1. rozy says:

    kemarin saya juga ditawarin adminnya kombes untuk gabung tapi belum sempat juga
    saya juga coba ikutan iklannya kombes tapi sayang kecil sekali bayarannya
    jadi nggak jadi hehehhe

Bekomen yukz