timpakul mahalabiu

menjadi minoritas itu pilihan !

mafia carbon

Celoteh pada 27 June 2009 dalam topik celoteh [ Print This Post ] - 630 views    

perdebatan terkait dengan upaya-upaya mitigasi perubahan iklim masih terus berlangsung. mulai dari usulan menjaga stok karbon di hutan dan lahan, hingga bagaimana upaya reforestasi dan aforestasi kembali memperoleh kompensasi. yang walau tak lagi menggunakan tanaman berkayu.

para mafia carbon bergentayangan. mencoba meraih bubuhan tanda tangan pada berlembar kertas. agar kemudian memperoleh kontrak eksklusif.

walau belum tentu akan memperoleh uang, mereka pun tak akan merugi. semua pembiayaan dibebankan pada mereka yang mengelola kawasan hutan. banyak kepala daerah telah terbelit dengan sebuah perjanjian yang penuh dengan ketidakpastian.

apa yang terjadi kemudian, tak pernah dipikirkan. ketika mekanisme perdagangan telah terjadi, maka hampir 70% dana yang mengalir, akan masuk ke tangan para mafia carbon. selebihnya, bila terjadi “kebocoran” karbon, maka pengelola hutanlah yang harus membayar pinalti, yang pada beberapa perjanjian, jumlahnya tiga kali lebih besar dari uang yang didapat.

mau untung malah bakal buntung. inilah bisnis yang ditawarkan. dan anehnya, delegasi negeri ini di perundingan komisi dunia perubahan iklim, malah “mengemis” untuk memperolehnya. seakan tak mau merugi, ketiga skema pembiayaan yang ditawarkan, dana hibah, perdagangan karbon dan utang karbon, diambil dengan bangganya.

lalu, akankah negeri ini akan memperoleh manfaat? TIDAK! dan tidak akan pernah. karena lahan dan hutan telah tergadaikan. komunitas lokal akan tersingkirkan. eksplorasi aset-aset alam semakin menggila. kedaulatan, tergadaikan!

pada mafia carbon !

Blogmark: Technorati  |  Feedster |  Bloglines  |  Lintas Berita  |  Del.icio.us  |  Digg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Ade Fadli lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.
Kirim email gasan bamamay

3 ikung bamamay »

  1. MEREKA TIDAK SADAR AKAN NASIB GENERASI MENDATANG

    [Reply]

  2. mereka tidak sadar nasib generasi mendatang .Apakah ini namanya kiamat

    [Reply]

  3. Ketika hati dan nurani sudah terbudakkan oleh materi, jangankan generasi mendatang, akhirat pun tidak dihiraukan..
    Semoga kita apabila mempunyai kesempatan yang sama, tetap selalu memegang idelaisme ya Pak.

    Salam kenal.
    Tulisan Stop Dreaming Start Action yang terbaru blog ..Beda Laki-Laki dan Perempuan My ComLuv Profile

    [Reply]

Bamamay disini

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word