baru dirimu melangkah dariku,
aku rasakan sakit yang sangat,
entah apakah ini karena rasaku,
tapi kurasa bukan,
ini hanya fisikku,
dadaku semakin menyesak,
hujaman mendera jantungku,
entah,
aku tak tahu
aku mungkin sudah terlalu sering mengatakan hal ini pada dirimu,
namun aku selalu berada dalam sebuah kondisi yang tak aku inginkan,
namun aku ingin agar dirimu mengerti adanya aku,
entah mengapa,
aku tak lagi bisa berbuat maksimal,
seperti yang selalu kau lafalkan padaku,
berbuat, bertindak, pasti bisa, selalu bisa,
namun aku tak bisa berbuat apa-apa dalam satu minggu terakhir ini,
aku lelah, aku letih, aku cape,
entah mengapa,
aku tak yakin dengan apa yang aku lakukan,
saat ini aku hanya coba bertahan,
dengan sebuah semangat seorang gadis yang hatinya tak mungkin aku miliki,
dengan sebuah ketakutan besar ketika aku harus lari dari masa lalu,
dengan sebuah ingin yang tak berujud,
entah,
mungkin aku tak tahu lagi apa yang harus aku perbuat,
entah,
mungkin aku sudah terlalu tak punya mimpi lagi,
berilah aku sesuatu,
agar aku mampu mengerti tentang diriku,
berilah aku sesuatu,
agar aku mampu menghadapi ketidakjelasan diriku,
berilah aku sesuatu,
agar aku mampu mengakhiri segalanya,
maaf,
tapi aku tak lagi punya siapa,
untuk aku berbagi,
entah,
tak juga dirimu,
tak juga dia,
tak juga mereka,
entahlah,
saat ini aku hanya ingin menghentikan segalanya
menghentikan duniaku
menghentikan sang waktu
menghentikan impian semuku
entahlah,
saat ini aku tak mampu mengenali diriku,
saat ini aku tak mampu mengatasi jiwaku,
saat ini aku tak mampu membunuh nuraniku,
maaf,
dan
terima
kasih
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2004. aku tak lagi mengenal diriku. http://timpakul.web.id/melupakan.html (dikutip tanggal 7 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul