mengemis dengan berlembar kertas

15 September 2008 | celoteh oleh

Sep
15

satu paragraf dengan angka yang bergelimang euro. berharap belas kasihan dari mereka yang berada di utara. mengungkapkan permasalahan dan harapan yang diharap jadi sebuah solusi. mengabaikan keyakinan. hanya menuliskan, pada lembaran kertas yang tak hanya selembar.

euro, dolar, NOK, hingga rupiah. mengakumulasikan kapital. menjual nurani. seolah berada pada titik tertinggi. mampu melakukan perubahan.

dua pasang anak dengan ukulele di tangan. petikan tak bernada. lagu yang melengking membahana. diantara jelaga di lampu merah. sebuah kaleng kecil menengadah di bawah kaca mobil hitam mengkilat. kacanya tak jua membuka. hanya sebuah tangan tergambar, entah melambai ataupun enggan memberikan keping emasnya.

hari ibadah. ibukota dipenuhi dengan para pencari rupiah. sekedar menyanyi, berjalan, luka yang menganga ataupun seorang anak kecil yang menangis atau terkadang tertidur dalam dekapan. kopiah hitam-putih, ataupun juntaian kain pelindung kepala. langkah yang diseok-seokan. berharap hari raya tahun ini dapat membeli rumah baru.

menanti belas kasihan. ada yang menggunakan berlembar kertas. ada yang hanya dari untaian nada. bahkan ada yang hanya bermodal selembar penutup lupa dan setetes obat pemerah. hanya menanti, bukan berusaha. selama masih ada yang memberi, takkan pernah terhentikan.

tak penting mengemis dengan berlembar kertas !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2008. mengemis dengan berlembar kertas. http://timpakul.web.id/mengemis-dengan-berlembar-kertas.html (dikutip tanggal 8 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz