menteri baru …. rasa baru?
Posted on: Thursday, Oct 22, 2009
presiden sudah memilih pembantunya. dengan formasi yang gemuk tak kurus amat. hasil peleburan dari kepentingan partai politik dan profesional. beberapa terlihat aneh, karena tak jelas profesionalnya dimana. dari mengurus tambang menjadi pertahanan. juga ada yang sudah diwawancara akhirnya tak jadi pembantu. walau bunga ucapan selamat telah berdatangan.
lima tahun mendatang. begitu gencarnya US dan Australia merapat. menjadi periode penguatan kekuatan kapitalist di negeri ini. rezim keruk habis, begitu seorang kawan selalu menyebutnya. walau pembantu urusan lingkungan hidup seorang silvikulturist, akankah beliau mampu menahan laju pengrusakan?
pembantu urusan sektoral sumberdaya alam masih didominasi partai politik. tambang, kehutanan, pertanian, perikanan dan kelautan. apalagi dikoordinasi oleh tim sukses pada pembantu koordinator ekonomi. akumulasi modal akan menguat pada kepentingan partai, ataukah akan mampu benar-benar menjadi bagi kepentingan warga?
menteri baru, belum ada rasa baru. masih berkutat antar kepentingan politik. juga dominasi kekuatan asing masih terus mencengkeram. walau bermasalah dalam kasus perbankan, tetap saja menjadi pembantu urusan ekonomi. sementara, komisi memberantas korupsi semakin dikerdilkan, yang aktivis gerakan anti korupsi pun juga dibungkam.
satu per satu lawan politik akan dihabiskan. kekuatan yang melawan rezim akan terus dibungkam. agar kekuasaan tetap langgeng. supaya pundi-pundi kelompok akan terus menguat. sementara, belum ada kekuatan politik penyeimbang, partai politik yang tak bersama, tak jua berani beroposisi. negeri ini sudah tak lagi ingin belajar, apalagi untuk mewujudkan cita-cita negeri yang tertulis dalam konstitusi dan selalu dibacakan saat penguasa berpidato.
pada menteri dengan rasa tak baru !














Komentar