merapi: mbah marijan dan pemerintah

18 May 2006 | celoteh oleh

May
18

Mbah Marijan, seorang tokoh yang menjadi pusat perhatian dalam beberapa minggu belakangan ini berkaitan dengan semakin tingginya aktivitas gunung merapi. bahkan beberapa tokoh nasional, termasuk gubernur DIY dan Presiden, menyarankan agar Mbah Marijan segera mengungsi. Mbah Marijan masih yakin bahwa saat ini Merapi masih bersahabat, bahkan dikabarkan Mbah Marijan menaiki Merapi.

Fenomena menarik disaat kekuatan tradisional bertabrakan kekuatan pengetahuan. Pro-kontra pasti akan terjadi. Namun apakah benar kekuatan diluar pengetahuan dipandang sebagai sebuah bukan pengetahuan? Pengetahuan tradisional Mbah Marijan dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Pemerintah hanya mengambil sebuah analisis pengetahuan modern. Hal ini yang kemudian juga berlaku pada wilayah lainnya, dimana pemerintah sangat tidak mempercayai tanda-tanda alam dalam pengetahuan tradisional rakyatnya. Mungkin pejabat pemerintah telah lupa, bahwa negeri ini dibangun oleh sebuah kesatuan tradisional yang sangat kuat dan mengikat di naluri rakyatnya.
Lebih menarik ketika Mbah Marijan mengungkap “Saya ini orang kecil, hanya berbahasa menggunanakan bahasa orang kecil. Karena itu, omongan saya didengar oleh orang kecil. Bahasa Indonesia itu hanya dipakai oleh orang besar. Dan bahasa Indonesia itu terkesan sombong, saya tak mau dibilang sombong.”



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2006. merapi: mbah marijan dan pemerintah. http://timpakul.web.id/merapi.html (dikutip tanggal 23 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

10 ikung mahalabiu gasan “merapi: mbah marijan dan pemerintah”

Show / Hide Comments
  1. Nanvy says:

    Selamat jalan mbah marijdan, semoga endapat temapt yg mulia disisiNya…

  2. WAHYU says:

    MBAH MARIJAN,PRIPUN KBARE MERAPI?..APIK2 MWON TO MBAH,MUGI JENENGAN SEHAT2 LAN SELAMET!SAK KABEH KELUAGA KAN MASARAKAT CANGKRINGAN!

  3. sumpit says:

    salam hormat buat mbah maridjan.mbah maridjan mank ashoyy….hidup mbah maridjan..besok buat toko bangunan aja..TB.Maridjan..sedia berbagai macam pasir,batu,medhus gembel dll…buka 24 jam…

  4. patrol says:

    piye kabare mbah

  5. REJO says:

    bener mbah alias leres sanget atau betul.saya juga sependapat sama mbah.saya yakin mbah itu bener,karena mbah sendiri kan tinggal di sana,jadi tau dong gimana keadaan rumah sendiri,ngoten ?jadi terserah mbah mau gimana dong.tapi pemerintah juga benar dan saya menghargainya,yang penting pemerintah dah gugur kwajiban mengenai masalah merapi inidengan mengingatkan setiap penduduk kawasan merapi itu untuk mengungsi.ngoten mawon

  6. Yang salah ya….yang tidak mau tau dan tidak perduli dengan kondisi yang ada sekarang ni. Mbah Marijan Benar karena ia perduli dan berbuat sesuai apa yang ia tahu dan ia punyai, sedang Pemerintah juga sama benarnya bertindak sesuai dengan apa yang bisa dan pemerintah dapat lakukan.

  7. denny says:

    Ah…mbah marijan mah ada2 ajah…itukan bisa2nya dia adza..kl dh meletus,gmn mbah?Ih……serrremm……..
    Dah mbah marijan….
    Slm hormat u/Sultan ye……Dadah Sultan…Eh gmn kabar Kanjeng Nyi Roro Kidul?Kok Roro nda bisa ngatasi gempa?

  8. muntilaner says:

    Betul…semua benar tidak ada yang salah.semua hanya menjalankan tugasnya masing masing,Tapi beda dengan Mbah Marijan yang melakukan tugasnya dengan tulus ikhlas.
    Sedang dari Pemerintahan saya “no comment” hanya beliau- beliau yang tahu.(ada 20 milyar rupiah dibalik Merapi)

  9. Manis says:

    Apa kabar.Saya adalah mahasiswa Tiongkok yang sedang belajar bahasa Indonesia.Saya hendak menjadi sahabat dengan Anda.Saya juga mengharapkan bantuanmu untuk belajar bahasa ini lebih baik.Kalau ada kesempatan, silakan kirim e-mail kepada saya.Apakah Anda menggunakan MSN?Kalau begitu,silakan menambah saya.:)
    MSNku:flora_change@citiz.net

  10. Hedi says:

    mbah Marijan benar dan pemerintah juga benar, mas…pemerintah kan harus melakukan sesuatu yang jadi kewajibannya…urusan si mbah ga mau, itu urusan lain :D

Bekomen yukz