miskin logika
Posted on: Friday, Oct 9, 2009
“sampai kemarin, beliau hanya pakai sepeda motor butut. padalah sudah puluhan tahun sebagai hakim” ujar seorang kawan
cara pikir terhadap profesi hampir cenderung sama. bahwa ada labeling terhadapnya, selalu saja terjadi. hitam putih abu-abu dalam memandang profesi. tak terlihat lagi sebuah titik putih yang sejatinya masih terlihat.
“yang muda tak lagi memahami logika hukum, hanya bersandar pada undang-undang” lanjutnya.
filsafat yang merupakan ibu dari ilmu tak lagi terlalu penting dan tak pernah menjadi pembelajaran di beragam tingkatan. hingga kemudian, cara pikir tak pernah bekerja dengan baik. hanya bersandar pada formalitas keilmuan. temuan-terobosan baru menjadi semakin sukar ditemukan.
makin semakin jauh proses perbaikan di negeri ini, karena proses kreatif dan inspiratif semakin dibungkam. berjalan secara linier, asalkan memuaskan pihak, lebih memperoleh apresiasi. satu per satu benih unggul akan berguguran. yang bisa jadi semakin tersingkir dan lenyap dari kehidupan.
perubahan harus berjalan. bukan semata mempeributkan sebuah praktek kolonialisasi melalui perundang-undangan. namun lebih jauh, bagaimana kemudian proses belajar dan berpikir dengan baik dapat dilakukan oleh anak negeri.
sistem pendidikan nasional telah menemukan bisnisnya sendiri. menyediakan robot intelektual, yang siap memproduksi mesin-mesin yang bisa jadi membunuh keberlanjutan. sekolah dan taman belajar, harus keluar dari labirinnya. menemukan kembali titik kebangkitan untuk menghasilkan generasi pembelajar.
pada miskin logika !














soulharmony
October 9th, 2009 at 8:47 pm
Permalink this comment
1
kenapa pulang pindah2 rumah, bagusnya yang semalam……..??????????????
chandra kalsel
soulharmony´s last blog ..Komunitas Blogger Indonesia
[Reply]
Ade Fadli Reply:
October 10th, 2009 at 12:49 pm
masalah di host…. semoga kada bepindah lagi… nang lawas masih dihidupakan…. ^_^
[Reply]