“sudahlah… mending ngadem…” begitu email balasan yang dikirimkan oleh seorang yang mencoba memancing diskusi tentang wacana pembubaran departemen sektor kehutanan. sebuah wacana yang mengganggu titik stabil dan zona nyaman dari beragam kepentingan yang selama ini ikut dan turut serta menikmati limpahan anugerah dari departemen yang menguasai 143 juta hektar daratan negeri ini.
bahkan, lebih menarik lagi ketika melihat respon para pelaku yang selama ini ternina-bobokan oleh keping emas dari lembaga kerjasama internasional. yang kemudian mencoba untuk mematahkan sebuah argumen tanpa berbasis argumen. ternyata memang masih menjadi rumit untuk membongkar cara pikir, cara tindak dan cara pandang dari sebuah generasi yang telah dikuasai oleh satu sistem yang sangat mengakar.
sejak di tempat tidur hingga kembali ke peraduan, tetap berada dalam sebuah zona nyaman, tanpa hambatan, yang bila diuji lebih dalam, ternyata begitu banyak yang telah menerima karma dari kenyamanan yang dijalani. namun terkadang, tak pernah dirasakan sebagai sebuah kontra kondisi dari kefanaan perjalanan.
miskinnya cairan otak akibat telah terlalu banyak disedot oleh keping emas pemberian yang tak gratis, menjadikan banyak anak bangsa masih ragu untuk menguji kebenaran cara pikir mereka. ‘penjajahan’ psikologis masih terus dan akan terus terjadi, hingga pada waktu bumi tak lagi mampu berputar.
pada miskinnya cairan otak !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2009. miskinnya cairan otak. http://timpakul.web.id/miskinnya-cairan-otak.html (dikutip tanggal 8 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul