miyabi dan mie instan

Posted on: Monday, Oct 12, 2009

negeri ini lagi heboh dengan kehadiran miyabi. bahkan sampai mendirikan front pembela. ada juga kelompok yang menentang kehadirannya, karena dianggak akan merusak citra negeri ini di mata negara lain. miyabi bahkan dituduh sebagai salah satu penyebab bencana gempa di sumatera.

Miyabi adalah salah satu cita-cita estetika tradisional Jepang, meskipun tidak sama dengan Iki atau Wabi-sabi. Dalam bahasa Jepang modern, kata ini biasanya diterjemahkan sebagai “kemewahan,” “perbaikan,” atau “kesopanan”. [wiki]

miyabi memang sedang populer. dan sama populernya dengan kehadiran mie instan saat bencana. entah telah berapa banyak keuntungan produsen mie instan atas kejadian bencana di negeri ini. yang terlihat adalah begitu banyaknya bantuan berupa mie instan yang hadir pada tempat-tempat korban bencana. padahal, bukan tidak mungkin akan hadir “bencana” baru dengan memakan mie instan pasca bencana.

mie instan, merupakan makanan pokok bagi sebagian besar warga negeri ini. saat lahan-lahan pangan semakin menyempit dan lahan-lahan produktif dialih-fungsikan untuk kepentingan menyediakan minyak nabati, tissue toilet, dan energi bagi negara utara, maka semakin sedikit pilihan warga negeri ini untuk memilih makanan pokoknya. komponen impor yang tinggi dari bahan pembuat mie instan telah menghadirkan krisis tersendiri di negeri ini.

bisa jadi ini sebuah keberhasilan dari mimpi menjadikan makanan berbahan gandum sebagai makanan pokok. bukan berupa roti, tapi berupa mie instan. senyatanya, hari ini mie instan telah merasuk pada setiap isi kepala, saat bencana maupun saat tak cukup uang untuk membeli nasi padang.

dengan instanisme yang dipegang kuat, menjadikan negeri ini selalu instan dalam beragam hal. melupakan proses, bahkan melupakan sejarah negeri. satu per satu pondasi negeri mulai runtuh. amnesia menjadi penyakit yang meningkat jumlah penderitanya.

ajakan untuk memperkuat negeri pun tak lebih dari sebuah popularitas semu sejenak. tak bergerak lagi setelah muncul berita infotainment yang lebih hangat. daya ingat yang diletakkan pada sebuah alat penyimpang elektronik yang dikalungkan di leher, tak mampu menjawab kegelisahan yang selalu tertuang dalam pesan singkat siaran berita. jalan lain harus dilalui di negeri ini, yang mungkin saja baru akan terjadi setelah terjadinya titik balik peradaban dunia, yang tak akan lama lagi.

pada miyabi yang lagi makan mie instan !

Topik

Arsip

jejaring blog

update by mail

ketik email anda:

Layanan FeedBurner


wajah

Campaign

Borneo2020 - Anti Generasi Suram Kalimantan   Lajur khusus Sepeda - bukan sepeda listrik  


Jejaring

rank blog indonesia Nature blogs & blog posts Page Rank
 



64
Unique
Visitors
Powered By Google Analytics


Avatar

tuteh

October 13th, 2009 at 4:58 pm
Permalink this comment

1

Miyabi datang aja hebohnya nggak ketulungan… ketimbang heboh2an kan mending tetap fokus pada bencana yang terjadi di negeri ini… yang bukan cuma Sumatera tapi di Bone juga, di Gorontalo juga… di mana2… hehehehe *sok tau*

[Reply]

Ade Fadli Reply:

kalo flores gimana? lagi tenang dari bencana?

[Reply]

Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button