Nilai dalam Gerimis

4 January 2012 | celoteh oleh

Jan
04

Sore itu, di @tamanbercerita, seorang guru dari sebuah sekolah menengah umum kota ini bercerita. Gerimis menemani cerita beliau. Hingga hujan membuyarkan obrolan kami. Tentang pemahaman akan seni, tentang bagaimana membangun nilai, tentang bagaimana generasi harusnya di masa datang.

“Keinginan saya, ada nilai yg dipahami oleh siswa.” ujar Ibu Laila. “Saya tidak percaya dengan nilai-nilai angka. Ini salah sistem pendidikan. Tapi ada yang harus diperbuat”. Sederhana dan melakukan dengan sederhana. Itu yang beliau sampaikan. Ada sesuatu yang bisa diperbuat untuk menggerakkan siswa. Ada hal yang dapat dilakukan untuk mengarahkan siswa. Ada langkah yang bisa dilalui untuk mengembangkan kreatifitas generasi.

Gerimis

Gerimis

“Terkadang orangtua terlalu punya harapan berlebih terhadap anaknya yang sedang belajar, namun disisi lain, kualitas guru sebagai pendidik justru kian merosot. Sedikit kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kualitasnya, untuk meningkatkan kapasitasnya agar lebih sesuai dengan masanya. Siapa yang dekat, dia yang berangkat. Pemilihan guru sebagai utusan tertentu, kerap tak berdasar kompetensi dan kualifikasi. Tugas terberat dari seorang guru bukan untuk menjadikan siswanya hanya pintar matematika dan lainnya, namun menjadikan siswa lebih terampil dalam menjalani kehidupannya.” ujar Ibu Laila

Belajar kehidupan dari Ibu Laila, Guru sebuah SMA Samarinda di @tamanbercerita. Kejujuran, tanggung jawab dan disiplin. “Beranilah mengungkapkan pikiran dan dalam melihat masalah jangan hanya dari satu sudut pandang” lanjut Ibu Laila di @tamanbercerita



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2012. Nilai dalam Gerimis. http://timpakul.web.id/nilai-dalam-gerimis.html (dikutip tanggal 23 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz