open source: sebuah perlawanan
Celoteh pada 1 September 2009 dalam topik explore [
] -
321 views
open source atau sumber yang terbuka. bergerak dari keinginan belajar. ketika perangkat lunak komputer masih dikuasai oleh dua pemain besar, pembangunan sistem operasi alternatif dimulai. dan ini kemudian mendorong lahirnya gerakan berbagi pengetahuan, dengan membuka sumber kode, yang dapat digunakan dan dimodifikasi oleh lebih banyak pengguna.
open source tak semata sebuah kegenitan. untuk tampil beda dengan yang lain. gerakan ini justru lebih mendorong lahirnya kreatifitas dan inovasi. sebuah kesadaran bahwa pengetahuan tak akan mampu berkembang bila dikerangkeng dalam sebuah kotak.
dengan fasilitas yang minim, dan sebuah keterbatasan, namun diwarnai dengan begitu melimpahnya imaginasi. perangkat lunak baru terlahirkan. menembus batas-batas yang tak dimungkinkan pada waktu lalu. infrastruktur pendukung yang tak memadai bukanlah belenggu.
open source juga wujud sebuah penghargaan terhadap buah pikir. tak terlalu penting aliran keping emas. eksistensi lebih dipertaruhkan didalamnya. menghasilkan sesuatu yang dipergunakan oleh lebih banyak manusia, memberikan kepuasan yang jauh lebih besar, dibandingkan harus berkutat dengan gerak modal dan debat di pengadilan. legal, jauh dari kekhawatiran digugat karena menggunakan perangkat lunak bajakan.
negeri ini, dengan begitu melimpah aset, masih mengkerangkeng diri dalam pusaran bisnis perangkat lunak. ruang kecil saja yang diberikan, akan menjadi hentakan besar alunan gerakan open source. sudah tercatat dalam beragam publikasi, negeri ini adalah negeri penembus keamanan komputer yang harus diperhitungkan.
memberikan ruang kreasi bagi pegiat open source, semisal dalam membangun perangkat lunak layanan publik ataupun perangkat lunak bagi pendidikan, akan memberikan penghematan luar biasa bagi anggaran rakyat. lahirkan generas-generasi bersemangat dengan membangunkan jalan pikir yang sistemik.
anak negeri masih menginginkan kebebasan. anak negeri juga butuh ruang untuk menunjukkan eksistensi dirinya. pelayan publik (baca: pemerintah) harusnya tak menyediakan borgol dan penjara bagi mereka. berilah sebuah taman bermain dengan perangkat keras yang tak harus mahal, serta jejaring internet yang murah. agar terbangun satu generasi yang mencerdaskan negeri.
open source, merupakan bangunan sebuah perlawanan. melawan kepada pembunuhan imaginasi. melawan terhadap kematian kreatifitas. melawan untuk membangun kecerdasan kolektif. dan berjalan menuju pencapaian cita-cita kemerdekaan negeri.
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.
Blogmark: Technorati | Feedster | Bloglines | Lintas Berita | Del.icio.us | Digg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Ade Fadli lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.
Kirim email gasan bamamay

![Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. [Pasal 28F UUD 1945]](http://timpakul.web.id/wp-content/themes/mimbo/images/t-info.png)







Ikutan juga bang?
[Reply]