“babak injury time, penentuan nasib konservasi hutan dan habitat orangutan” sebuah judul diskusi kelompok terfokus yang disponsori oleh salah satu agen penjajah.
orang utan dan babi hutan, sama tinggal di hutan. walau kemudian orang utan jauh lebih menginternasional dibandingkan babi hutan. orang utan kemudian memiliki lebih banyak penggemar dibandingkan babi hutan. orang utan lalu mengalirkan sekian banyak dollar dan euro ke kantong-kantong broker pelepasliaran orang utan atau sekedar berkampanye tentang orang utan.
babi hutan, hanya menerima caci. dikatakan haram. tak layak hidup. walau telah menjadi pendukung kebutuhan protein bagi sebagian komunitas lokal. pekerjaan babi hutan pun tak pernah dipandang dalam sebuah sistem kehidupan. hanya menerima cercaan dan menjadi kata makian.
orang utan sebagai sebuah simbol dan mesin pencari uang, lebih dikarenakan kemiripannya dengan perilaku manusia. kemiripan genetik pun menjadi alasan untuk menjadikannya sebagai idola. lalu kemudian label spesies payung pun diberikan. dan tak lama, satwa-satwa lain menjadi minder dan tak lagi diperbincangkan.
orang utan sebenarnya tak terlalu penting bagi sebuah ekosistem. selain selalu mematahkan dedahanan untuk tempat beristirahat, orang utan juga tak terlalu menjadi penyebar bebijian tetumbuhan, seperti yang selalu diperbincangkan. dalam periode awal, bahkan orang utan hanya menjadi tempat mengujicoba obat-obatan, khususnya untuk penyakit paru dan hepatitis.
orang utan, hanyalah sebuah etalase. dan selalu menjadi penarik bagi aliran keping emas. tak terlalu bermakna bagi sebuah tata ruang. jauh dibawah kepentingan komunitas lokal dalam menggunakan ruangnya. dan ini yang kemudian dilupakan oleh pemerintah, ketika menyusun ruang. dan hasilnya, hanya menyisakan lahan sejengkal untuk komunitas lokal, dan memberikan lahan ratusan ribu hektar untuk orang utan.
pada orang utan dan babi hutan !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2009. orang utan dan babi hutan. http://timpakul.web.id/orang-utan-dan-babi-hutan.html (dikutip tanggal 19 May 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
hidup babi hutan! dan kami beri nama kegiatan itu sebagai proyek “Babi Senang”, lalu tidak lolos seleksi donor, katanya tidak relevan dengan konservasi hutan… ha..ha…
jadi, betul katamu, bahwa babi hutan tak layak angkat, bahkan tak ada hubungannya dengan konservasi, katanya.
.-= panthom´s last blog ..ikhlas bersyarat =-.