‘Di wilayah Kutub Utara akan terjadi peningkatan suhu dua kali lebih tinggi dari standar dunia. Hal tersebut akan memiliki pengaruh serius pada bumi’. Kesimpulan ini dibuat Arctic Council setelah meneliti delapan negara (termasuk Amerika Serikat) dan teritori Kutub Utara oleh tim internasional beranggotakan 300 peneliti.[Media Indonesia, 5 Juni 2005]
Bukan hanya kemungkinan, banjir di masa datang, bukan lagi hanya karena selokan mampet, tapi lebih karena kandungan air permukaan Bumi yang semakin membanyak. Banyak ahli yang bilang ini disebabkan oleh pemanasan global, bermula dari semakin banyaknya emisi gas buang mesin-mesin [baik kendaraan maupun pabrik], ditambah dengan semakin sedikitnya pepohonan di hutan, lahan gambut serta terumbu karang.
Saat ini saja, suhu di kota Samarinda bisa mencapai 35 derajat celcius, yang sudah lumayan memanaskan badan, sehingga memerlukan kipas angin ataupun air conditioner. Namun, pembiaran terhadap pengrusakan hutan tetap saja berlangsung. Sepertinya menantikan kasur hanyut tersapu air.
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2005. kutub ozone. http://timpakul.web.id/ozon.html (dikutip tanggal 19 May 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul