pak otw

Posted on: Friday, Jan 8, 2010

aku terjebak dalam sebuah rapat. di ruang berpendingin yang membekukan isi kepala. para pemimpin pelayan publik berikut dengan seorang pekerjanya hadir. makanan tersaji dalam kotak kertas, sebelum acara dimulai. beberapa mereka mulai menyantap isi kotak.

aku masih berkutat dengan file presentasi. katanya ini akan dipresentasikan pukul 1 ini. tak lama lagi. menggunakan program yang berbeda menjadikan harus ada sedikit penyesuaian.

seseorang menurunkan layar. mencoba lcd proyektor menampilkan isi laptopnya. beberapa orang pun masih berdatangan. saling bersalaman. saling bertegur sapa.

seorang menghampiri meja tak jauh di dekatku. setelah bersalaman dengan yang lain, beliau menyalamiku, “apa kabar timpakul?“. seseorang dibelakangnya pun ikut menyalami. dengan kening yang masih berkerut. entah karena mencoba memaknai kata timpakul, atau apa. yang aku tahu, beliau ini pun punya blog. aku menjawab sejenak dan menyambut salamnya.

tak lama, pemimpin daerah ini hadir. semua diam sejenak. rapat dibuka. telah pukul 1 lewat. mulailah mereka membahas hal-hal, yang bagiku juga tak terlalu penting. aku masih sibuk dengan file presentasi ini. mereka bicara tentang delapan belas panji yang akan diberikan kepada pemimpin daerah di provinsi ini. terus berbicara… terus mendengar.

tak lama, sebuah instansi disebut. peserta mulai ikut memanggil. seorang staf instansi tersebut akhirnya berujar “sedang otw pak“. pemimpin daerah ini pun menyahut, “otw kemana? menuju ke sini atau ke daerah lain?“. suasana mulai gaduh. ada yang tertawa. ada yang berbisik. hampir semua berceloteh.

tak lama, staf instansi tersebut keluar ruangan, setelah pemimpin daerah memintanya untuk memanggil. pemimpin daerah pun berujar “ya.. kita tinggalkan pak otw, kita lanjut dengan yang lain dulu“. waktu terus bergulir. setengah jam, tibalah beliau yang memimpin sebuah instansi, yang tadi belum sempat hadir.

sebutan “otw” pun menjadi sebuah kelakar. giliran beliau terus ditunda hingga hampir habis seluruh pembahasan panji. baru kemudian beliaupun diminta pemimpin daerah untuk menyampaikan pemikirannya, “silahkan pak.. sudah nggak otw lagi kan“.

terkadang sederhana. penyebutan “on the way” menjadi sebuah senjata ampuh untuk melawan jam karetisasi. seolah menjadi permakluman. walau tak terlalu jelas, sedang berjalan menuju arah yang mana. ketepatan terhadap waktu, seolah sudah lumrah. sulit bagi aku yang selalu berupaya mengatur waktu demi waktu.

gerakan detak jam terus menghantuiku, ketika sudah terlalu terlambat untuk hadir pada sebuah ruang. rasa tak nyaman hingga lebih baik mengabaikan secara utuh kehadiran. karena aku tak selalu bisa “on the way“, sebab kadang tak ada jalan untuk arah tuju.

:: 100106
bila ada kesamaan cerita dan penokohan, hanya sebuah kebetulan semata

Topik

Arsip

jejaring blog

update by mail

ketik email anda:

Layanan FeedBurner


wajah

Campaign

Borneo2020 - Anti Generasi Suram Kalimantan   Lajur khusus Sepeda - bukan sepeda listrik  


Jejaring

rank blog indonesia Nature blogs & blog posts Page Rank
 



64
Unique
Visitors
Powered By Google Analytics

Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button