kata “paradoks batubara” semakin sering digulirkan. saat batubara kembali digali dan dihabiskan secara cepat dari kawasannya. batubara yang cukup besar dikonsumsi oleh AS dan China. Emisi gas rumah kaca pun sangat tinggi dihasilkan dari kedua negara tersebut. begitu banyak kerusakan yang dihasilkan dari batubara, tetap saja tidak menjadikan banyak orang lupa untuk melakukan pengelolaan dengan baik.
batubara tak pernah hilang dari peredaran. keping emas mengalir dari bongkahan hitamnya. semua berlomba menggali, bahkan hanya menggunakan pacul (cangkul) saja. semakin banyak air asam tambang, semakin banyak lubang menganga, semakin banyak emisi gas rumah kaca. tak pernahkah terbayangkan untuk menjadi lebih arif dalam mengelola kekayaan alam.
kalimantan selama ini juga menjadi penopang energi listrik jawa-bali. saat pasokan batubara tersendat, semua langsung teriak. tapi tak pernah ada teriakan dari jawa-bali saat tambang batubara menghilangkan kawasan berkehidupan rakyat. hanya sebuah paradoks dari batubara. tak ada yang aneh.
tak penting paradoks batubara !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2008. paradoks batubara. http://timpakul.web.id/paradoks-batubara.html (dikutip tanggal 7 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul