parang maya

2 September 2009 | explore oleh

Sep
02

Parang-maya, yaitu orang yang kena mati badan separo, atau leher seakan-akan ada bekas luka, atau tangan mendadak tak bisa bergerak, atau badan biru, tangan sepotong. [Forum Palangkaraya]. Parang maya adalah seperti senjata tajam tapi tidak bisa dilihat oleh mata, cuma orang yang kena Parang maya saja yang merasakan kehebatan parang maya [Nadiaztonama-Sengkotek]

pertempuran dalam dunia maya kembali berlangsung. nyaris 100 situs milik negeri tetangga dilumpuhkan. pertarungan yang tak terlihat ini, hanya meninggalkan jejak-jejak kehancuran.

dalam catatan budaya, parang maya merupakan cara yang digunakan untuk melumpuhkan lawan, yang dilakukan oleh kelompok suku di Kalimantan. dengan parang yang tak terlihat (maya), musuh yang menjadi sasaran tiba-tiba meninggal dunia. pertarungan-pertarungan seperti ini yang juga banyak tercatat dalam dongeng, ataupun cerita turun-temurun dalam budaya negeri ini.

namun, satu persatu cara melawan seperti ini cenderung menghilang. seiring dengan masuknya budaya agama. juga ketika alam tempat berkehidupan harus berubah. ikatan spiritual komunitas dengan alamnya kemudian menjadi terputus. tak heran kemudian, banyak sekali pertarungan untuk mempertahankan kawasannya dari ‘jarahan’ penjajah kaum pemodal, harus kalah dalam pertarungan.

parang maya, bisa menjadi alternatif pertahanan semesta negeri ini. karena sudah jelas, dari persenjataan saja, militer negeri ini sangat jauh dari kecukupan. walau bisa jadi, pertarungan gerilya tetap mampu dimenangkan, seandainya masih ada kawasan berhutan. karena pasti sulit untuk bergerilya di perkebunan sawit, kebun akasia ataupun di kawasan pertambangan.

nasionalisme yang tergugah saat benda budaya diklaim oleh negeri tetangga, harusnya lebih meningkat pada sebuah semangat nasionalisme untuk mempertahankan cita-cita kemerdekaan. mewujudkan kesejahteraan melalui ekonomi kerakyatan, melakukan nasionalisme industri dibawah kontrol rakyat, serta mempertahankan aset-aset alam untuk kepentingan antar generasi. bukan sekedar untuk menunjukkan merah putih di dada, ataupun kibaran bendera merah putih di pekarangan.

pada parang maya !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2009. parang maya. http://timpakul.web.id/parang-maya.html (dikutip tanggal 5 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

3 ikung mahalabiu gasan “parang maya”

Show / Hide Comments
  1. rozy says:

    bantai hehhehehhe

  2. syukurin!!!
    .-= Tulisan Rusa Bawean™ yang terbaru blog ..Voting rusabawean.com™ di Kontes Blog Terbaik Indonesia =-.

  3. Nyubi says:

    In other words: Nasionalisme gak nentu

Bekomen yukz