peneliti asing yang berkeliaran di negeri ini

29 March 2006 | topik: celoteh | oleh

Mar
29

siang hari…. di sela berbincang tentang pendidikan lingkungan hidup, seorang kawan yang sedang beraktivitas di unit pengelola hutan lindung berceloteh tentang seorang peneliti asing yang sepertinya menjadi penguasa di kawasan tersebut. dan juga peneliti tersebut telah menjadi warga kehormatan kota. namun sangat menarik disaat diungkapkan bahwa selama ini hanya menggunakan visa turis, tidak melaporkan ke lipi, serta tak pernah akuntabel dari uang yang diperoleh dengan “menjual” kawasan tersebut. bahkan ketika kesepakatan telah dibuat, ternyata tak jua mematuhkannya. sepertinya sudah saatnya dilakukan pengawasan dan pemantauan terhadap kerja-kerja turis dan peneliti asing di negeri ini, agar tak terjadi biopiracy dan tak akan lagi ada freport lainnya di negeri ini. masa sih kita tak sanggup untuk mengelola bangsa ini sendiri?



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2006. peneliti asing yang berkeliaran di negeri ini. http://timpakul.web.id/peneliti.html (dikutip tanggal 19 May 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

4 ikung mahalabiu gasan “peneliti asing yang berkeliaran di negeri ini”

Show / Hide Comments
  1. sylvie says:

    Dulu, di kawasan Taman Nasional sembilang juga di jamah oleh peneliti asing, tau-tau aja spesies ikan terkecil langka (aku lupa namanya) bisa keluar negeri, jadi sampel peneliti asing. Celakanya lagi, pihak daerha malah ga terlalu intens ngurusi hal seperti itu, jadi dech ikan endemik itu di curi dari SumSel. Dan yang paling mengerikan adalah dunia penelitian dianggap seperti menara gading oleh sebagiab besar masyarakat Indonesia, jadi tambah komplit aja keterpurukan negeri.

  2. panthom says:

    cerita lama, yang gak pernah selesai. konfliknya ada terus. mau diganjel? gampang, laporin aja.
    tapi, apa pentingnya mengusik kalau hanya persoalan kecemburuan? si bule hengkang, pengelolaan tetap terbelakang. jadi, kalau mau bikin hengkang, sangat wajib hukumnya siap supaya gak terbelakang. itu namanya strategi.. he..he..
    (jangan-jangan ngutak-ngatik soal bule bukan soal nasionalisme, hanya melulu karena kalah bersaing? mudahan saya salah..)
    hajar bleh!!! :D

  3. obot says:

    ha.. lalu kenapa peneliti lokal kadang (diper)sulit mendapat izin masuk ke kawasan konservasi?

  4. Mbilung says:

    Aih aih, masih saja yang begini terjadi.

Bekomen yukz