kawans,
ketika kemudian kecintaan kepada hutan menghilangkan kesayangan kepada sesama manusia, ini menjadi sebuah hal yang penting untuk dibongkar ulang pada isi kepala ini.
kenapa kemudian menjadi semakin banyak kelompok yang mengambil kayu dihutan yang diklaim sebagai milik perusahaan ataupun milik pemerintah. ada yang tidak benar dalam sistem ekonomi hari ini, dimana hanya sebagian kecil kelompok yang terfasilitasi dalam menikmati peredaran kekayaan alam. konteks ini yang sering alpa dilihat dalam mencermati lingkaran hilangnya kayu-kayu di hutan.
cukong dan kelompok pemodal, sangat memperoleh perlindungan dari pemerintah, sebagai pelayan publik, yang pada akhirnya menyingkirkan kelompok-kelompok manusia dari ruang kehidupannya. sawah yang menyempit, kebun yang menghilang, pohon buah yang tak berbuah dan terserang hama, air sumur yang mengering, sungai yang berisikan bahan beracun, yang kesemuanya menjadikan kelompok manusia, sebagian besar, tak lagi memperoleh kehidupan.
belum ditambah dengan pendidikan dan kesehatan yang semakin mahal, yang kondisi ini memicu isi kepala untuk bergerak untuk mengejar materi. juga ketika proses pembelajaran di sekolah hingga perguruan tinggi hari ini telah membentuk karakter robot-robot pekerja yang seolah intelektual.
menambah jumlah polhut, mengisikan pistol dengan peluru secanggih apapun, atau membangun pagar beraliran listrik, tak akan menjadikan luasan hutan di negeri ini semakin bertambah ataupun bertahan luasannya. ada sebuah nilai yang hilang dalam pendekatan yang ingin dilakukan. pahamilah apa yang menjadi sebuah permasalahan pokok dari kelompok manusia di dalam dan sekitar hutan. juga, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, “apakah memang mereka harus dimusnahkan dari muka bumi ini?”
kawans,
sederhanalah dalam berpikir dan melihat sebuah pokok persoalan. mari kita liat bagaimana penguasaan sekelompok kecil, orang yang hari ini sedang berenang di sebuah kolam pada sebuah pulau pribadi di udara yang sejuk, yang mampu menguasai begitu banyak lahan tambang, perkebunan besar, hutan tanaman industri seluas samudera, hingga hak menguasai penebangan kayu. mereka adalah “pembunuh” kehidupan, baik terhadap orangutan, gajah, beruang, hingga seekor semut, dan juga menjadi “pembunuh” bagi kehidupan manusia di negeri ini.
letakkan dasar berpikir pada sebuah kepentingan komunal, yang harusnya memperoleh pelayanan publik dan dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik. bukan semata karena sebuah kepentingan LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL yang membiayai penelitian dan/atau proyek yang sedang dilakukan. LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL, semacam Bank Dunia, IMF, ADB dan keluarganya, serta Trans/Multi Nasional Korporasi inilah yang sebenarnya harus dibunuh. Termasuk juga sekelompok kecil manusia yang menguasai kekayaan alam di permukaan bumi, tanpa pernah berpikir untuk berbagi.
Hutan, Tanah, Air, Kehidupan.
Belajarlah pada sang pohon.
salam dari tepi hutan beton
[080612:21.07]
:: pesan singkat bagi kawans
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2008. pesan singkat bagi kawans. http://timpakul.web.id/pesan-singkat-bagi-kawans.html (dikutip tanggal 8 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul