golput, golongan putih, katanya. memilih untuk tidak memilih pada pertarungan pemilihan umum. sebuah institusi agama menyatakan ini haram. entah apa yang mendasarinya, padahal ketika melakukan pengrusakan lingkungan hidup, hingga saat ini masih belum disebut haram, walau telah menghilangnya begitu banyak sumber-sumber kehidupan.
golput, memang menjadi sulit. apalagi bagi mereka yang tidak putih. padahal, memilih untuk tidak memilih adalah sebuah pilihan. yang tentunya berdasar pada argumentasi yang tepat untuk tidak menggunakan hak memilih.
belum cukup kuatnya platform partai ataupun perjalanan masa lalu partai dalam melahirkan kebijakan, menjadi salah satu dasar dari menjadi putih. juga ketika para punggawa partai memiliki sebuah kesejarahan yang menjadikannya jangan dipilih.
putih, harusnya menjadi sebuah warna kesucian. sebuah bersihnya jiwa. bukan semata karena dipaksa menjadi putih.
pada putih !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2009. putih… nggak bisa…. http://timpakul.web.id/putih-nggak-bisa.html (dikutip tanggal 19 May 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
nggak putih brother, tapi… pake hitam? siapa takut?
aku pilih hitam :p
Ketika sebuah institusi agama menjatuhkan vonis ‘ini haram’ atau ‘itu haram’, tidaklah menjadi jaminan mengikat penuh pengikut agama tersebut. Selalu ada ruang bagi siapapun untuklebih bijak menilai vonis tersebut. Jadi jangan terlalu risau dengan vonis tersebut.
Tetapi golput tetaplah bukan sebuah pilihan. Golput berada di luar ruangan pilihan-pilihan yang ada. Dan bilamana di dalam ruangan pilihan-pilihan yang ada tidak meyakinkan diri kita terhadap adanya perubahan, ya lebih baik duduk manis di luar ruangan.
Jangan khawatir, berada di luar ruangan pilihan (baca: TPS) sama baiknya dengan yang ada di dalam ruangan pilihan.
Jangan golput lah, sayang satu suara kita disia – siakan begitu saja. Kalau Anda kira para caleg itu sedih kalau kita golput, salah besar kawan, mereka malah semakin senang bila semakin banyak golput. Artinya akan mengecilkan angka pembagi.
Ayo kawan kita ikuti pemilu ini, namun pilihlah dengan cerdas dan cermat. Semisal jangan pilih caleg yang tidak Anda kenal pasti siapa dia dan partainya. Kemudian untuk di DPR-RI pilihlah putra daerah yang bermutu, jangan pilih orang daerah lain untuk mewakili daerah Anda. Oooh ada itu kawan, makanya hati – hati.
Seperti contoh di DPR RI saat ini ada anggota dewan yang cuman muncul di Kaltim saat dekat – dekat pemilu saja, karena dia bukan org Kaltim, dimana logikanya dia bisa mewakili Kaltim. Sangat cinta Kaltim? Boleh jadi, tetapi harusnya org Kaltim bisa lebih cinta Kaltim daripada dia.
ps. bang timpakul ulun bukan caleg, jangan khawatir.
dedens last blog post..MotoGP 2009
ya… tapi memilih untuk tidak memilih adalah sebuah pilihan… legislatif tanpa dukungan penuh takkan pernah memperoleh legitimasi… dan mereka bukanlah lagi wakil rakyat….